Awal 2026 Kota Malang Dikepung Aksi Kriminal dari Curanmor, Pencurian Elpiji, hingga Penodongan Sajam, Pelaku Masih Berkeliaran

Ilustrasi aksi kriminal.

MALANG, BERITAKATA.id – Awal Januari 2026, wilayah Kota Malang, Jawa Timur menjadi sasaran beragam tindak kejahatan. Diantaranya, pencurian sepeda motor (curanmor), pencurian tabung gas elpiji dan perampasan HP dengan senjata tajam (sajam).

Seperti yang dialami seorang karyawan rumah makan Ayam 88 Sigura-gura yang mengaku sepeda motor Honda Vario warna putih dengan nomor polisi (nopol) M 5222 NV miliknya dicuri oleh pembelinya sendiri pada Kamis (1/1/2026) pagi.

Korban, Munawir Syaiful Rizal (26), menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kunci sepeda motor miliknya tidak sengaja tertinggal di atas meja makan pelanggan.

“Posisinya kunci nya ketinggalan pak di meja, terus orang itu beli makanan dan ketika saya ke belakang, kuncinya diambil pak dan dibawa kabur,” ujar Munawir saat dikonfirmasi pada Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang seorang diri dan memesan paket nasi ayam serta es teh. Munawir mengungkapkan bahwa pelaku sempat menunjukkan gerak-gerik mencurigakan sebelum melancarkan aksinya. Saat itu, posisi sepeda motor korban adalah satu-satunya kendaraan yang terparkir di depan lokasi kejadian.

“Sewaktu pelakunya makan, saya posisi ke belakang. Pelakunya sempat mondar-mandir, sempat keluar juga terus masuk lagi. Sepertinya untuk melihat situasi sekitar,” ungkapnya.

Pencurian terjadi ketika Munawir sedang sibuk menyiapkan pesanan di bagian dapur. Pelaku diketahui sempat mengincar dan menggeser posisi kunci yang tergeletak di meja sebelum akhirnya mengambilnya.

“Kunci saya digeser bapak sama pelakunya, terus diambil,” tambah Munawir.

Pasca kejadian, Munawir telah melaporkan kasus ini ke Polresta Malang Kota pada Jumat (2/1/2026), sehari setelah motornya hilang. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi rumah makan tersebut.

“Untuk dari polisi belum ada olah TKP, cuma katanya kalau ada rekan (kepolisian) ke sana mohon ditemui,” jelasnya terkait progres penanganan laporannya.

Munawir berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi pelaku melalui bukti rekaman CCTV dan kendaraan yang digunakannya sehari-hari untuk bekerja tersebut dapat kembali.

“Harapan saya pelakunya bisa ditemukan dan ditangkap, juga sepeda motor saya bisa kembali,” katanya.

Terkait kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo saat dihubungi melalui pesan di ponsel belum menjawab.

Kejadian curanmor selanjutnya yang terekam CCTV berada di area Kepuh, Tasikmadu dengan menyasar Honda Beat dengan nopol N 2554 ABK pada Minggu (18/1/2026).

“Motor diparkir saat digunakan anak untuk menonton hiburan budaya di sekitar Kepuh Malang (Tasikmadu),” dikutip dari salah satu akun Instagram yang memposting kejadian tersebut.

Kejadian berikutnya yakni sepeda motor Honda Vario tahun 2019 dengan nopol N 6029 ABS bersama helm pemiliknya hilang. Kejadian tersebut terlihat melalui postingan di salah satu akun X (dahulu Twitter).

“Untuk lokasinya di Jalan MT Haryono, Gang Brawijaya 6 Malang. Kejadiannya antara jam 12 malam sampai 7 pagi, 21 Januari,” jawab singkat dari kontak yang tertera dalam postingan tersebut saat dihubungi.

Kejadian selanjutnya terlihat melalui postingan salah satu akun Instagram yang memperlihatkan sebuah rombong atau kedai makanan siomay & batagor di kawasan Sukun, Kota Malang, menjadi sasaran pencurian tabung gas elpiji pada Senin (19/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Puncak Mandala Nomor 40, sekitar pukul 03.20 WIB.

Pencurian terjadi saat rombong dalam kondisi tutup. Kedai tersebut diketahui hanya beroperasi pada pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

“Dalam rekaman CCTV, pelaku berjumlah tiga orang. Dua orang berperan mengawasi sekitar lokasi, sementara satu orang lainnya melakukan aksi pencurian dengan cara membobol rombong. Barang yang diambil berupa tabung gas LPG yang berada di dalam rombong,” dikutip dari salah satu akun Instagram yang melakukan postingan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rombong mengalami kerugian sekitar Rp150 ribu. Hingga informasi ini diunggah, aksi pencurian tersebut masih belum dilaporkan ke pihak kepolisian.

Komentar warga net pun beragam terkait postingan tersebut. Warga net rata-rata mengungkapkan kejadian serupa yang diketahui mereka.

“Ndek Mergan seng jualan jejer-jejer gase yo akeh seng ilang (di Mergan yang jualan jejer-jejer gasnya ya banyak yang hilang),” dikutip dari komentar akun Instagram @tarrysatty.

“Info kemarin di daerah Cengger Ayam, 3 LPG penjual nasgor juga dimalingi,” dikutip dari komentar akun Instagram @vinaaa_f.

Terkait kejadian pencurian elpiji di sebuah rombong atau kedai makanan siomay & batagor di Jalan Puncak Mandala Nomor 40, pihak kepolisian belum menerima laporan.

“Di Polsek sukun nihil laporan pencurian tabung LPG untuk bulan Januari 2026. Coba di cek ke korbannya apakah sudah laporan (atau belum),” kata Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo.

Kejadian selanjutnya, yakni peristiwa perampasan ponsel disertai ancaman senjata tajam terjadi di Outlet Lapis Kukus Tugu Malang yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Selasa (20/1/2026) malam. Hal ini diketahui melalui postingan salah satu akun Instagram yang memberikan informasi seputar Malang Raya.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.1 WIB. Korban berinisial F (19), seorang perempuan, saat itu sedang berjaga di toko sambil menggunakan telepon genggam miliknya.

“Berdasarkan rekaman CCTV, seorang pria tidak dikenal menggunakan motor tiba-tiba mendatangi korban di outlet dan mengancam menggunakan senjata tajam. Pelaku meminta ponsel korban sambil mengarahkan senjata tajam ke arah perut korban. Korban kemudian mengambil ponsel yang berada di atas meja toko, yang selanjutnya langsung dirampas oleh pelaku,” dikutip dari salah satu akun Instagram yang memposting hal tersebut.

Setelah berhasil mengambil ponsel, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Barang yang dirampas berupa satu unit iPhone 11 Pro warna gold, dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp4 juta.

“Usai kejadian, korban menutup toko dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pemilik toko. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedungkandang untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” dikutip dari salah satu akun Instagram yang memposting hal tersebut. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *