MALANG, BERITAKATA.id – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (English Language Education Department/ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk School Holiday Program: Kids English Camp.
Acara ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/06/2026) hingga Kamis (02/07/2026), bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan area Perpustakaan Pusat UMM. Tercatat lebih dari 110 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadi peserta dalam kegiatan pengisi waktu libur sekolah tersebut.
Dosen ELED sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah, S.Pd., MA., menjelaskan bahwa program ini berisi materi pengayaan bahasa asing yang disesuaikan dengan tingkatan kelas masing-masing peserta. Pelaksanaan camp ini juga diintegrasikan dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners. Melalui integrasi ini, mahasiswa UMM mendapatkan fasilitas untuk mempraktikkan langsung keterampilan mengajar mereka kepada anak-anak.
Mengenai konsep utama kegiatan, Khoiriyah menyebutkan bahwa panitia mengadaptasi model pembelajaran dari luar negeri.
“Program ini merupakan adaptasi budaya summer camp luar negeri yang kami padukan dengan nilai keislaman khas English for Muslim Kids, sehingga anak-anak bisa merasakan atmosfer belajar secara langsung di dalam lingkungan kampus,” kata Khoiriyah.
Selama empat hari, panitia memberikan berbagai materi interaktif. Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran bahasa Inggris melalui gim digital (Fun English with digital game-based learning), penggabungan materi bahasa dan sains (English and Science), serta berbagai aktivitas luar ruangan. Pada puncak acara, peserta diikutsertakan dalam sesi Be global – Learn English with foreigner untuk berinteraksi langsung dengan warga negara asing.
Khoiriyah juga memaparkan bahwa program ini diselenggarakan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan mengembalikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD pada tahun 2027. Dukungan tersebut diwujudkan UMM melalui penggunaan fasilitas laboratorium bahasa yang modern dan pelibatan mahasiswa internasional untuk memicu keberanian anak berkomunikasi.
“Kami bertujuan meruntuhkan anggapan bahwa bahasa asing itu sulit, serta membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris sangatlah menyenangkan ketika dikemas dengan permainan digital, nyanyian, dan pembuatan karya seni yang kreatif,” tegasnya terkait tujuan pendekatan belajar tersebut.
Metode pembelajaran belajar sambil bermain yang diterapkan oleh UMM ini mendapatkan tanggapan dari pihak wali murid. Fasilitasi pengembangan kognitif di luar sekolah formal ini dinilai mampu membuat peserta tetap antusias.
Iin Nur Aini, salah satu orang tua peserta, menyatakan bahwa kegiatan Kids English Camp ini menjadi sarana yang ideal untuk mengembangkan potensi anak.
“Kami mendaftarkan anak-anak ke acara UMM ini agar waktu liburan mereka terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, dan pastinya kami berharap kemampuan sekaligus kecintaan mereka pada bahasa Inggris terus meningkat,” tutur Iin.












