MALANG, BERITAKATA.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang optimistis target kunjungan 3,2 juta wisatawan sepanjang tahun 2026 dapat terpenuhi pada akhir Desember mendatang. Keyakinan ini didorong oleh konsistensi kunjungan ke sejumlah kampung tematik serta strategi pengembangan wisata olahraga atau sport tourism.
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengungkapkan realisasi kunjungan wisatawan yakni Nusantara maupun mancanegara telah menyentuh angka 2,4 juta orang pada bulan Juli 2026 lalu. Ia meyakini sisa target akan tercapai melalui sejumlah kegiatan yang telah disiapkan serta mengandalkan momentum libur akhir tahun.
“Dengan target segitu, kita bikin event, InsyaAllah terpenuhi. Biasanya kan untuk lonjakan wisata itu wisatawan di bulan November-Desember,” ujar Arif pada Senin (21/9/2026).
Arif menjelaskan, kantong-kantong penyumbang wisatawan terbesar di Kota Malang sejauh ini tidak banyak berubah. Destinasi kampung tematik yang berada di tengah kota masih menjadi primadona dan daya tarik utama bagi para pelancong.
“Tetap Kampung Tematik, Kampung Kayutangan, terus Kampung Warna-Warni masih tetap (menjadi lumbung wisatawan),” jelasnya.
Selain mempertahankan daya tarik destinasi wisata yang sudah berjalan baik, Disporapar Kota Malang kini tengah fokus mendongkrak angka kunjungan wisata melalui sektor sport tourism. Arif menilai, berbagai kegiatan olahraga dapat menjadi magnet untuk menarik pergerakan massa dari luar daerah.
Salah satu rencana strategis yang tengah digodok yakni menghidupkan kembali event kejuaraan tinju. Arif menyebutkan bahwa agenda ini dirancang dengan skala yang luas guna memberikan dampak signifikan terhadap pariwisata daerah.
“Sport tourism itu banyak, ini salah satunya yang mengundang nanti wisatawan untuk bisa hadir ke Kota Malang. Katanya (dari obrolan dengan anggota DPRD), kita mau menghidupkan tinju,” ungkap Arif.
Menurutnya, kompetisi tinju tersebut tidak akan dibatasi pada partisipasi lokal saja, melainkan ditargetkan menjadi kejuaraan berskala lebih besar yang mampu menyedot animo masyarakat luar kota.
“Tinju ini kan bukan hanya untuk scope-nya kota, ini kan jadi salah satu tingkatnya bisa diproyeksikan nasional. Kita datangkan wisatawan itu hadir di Malang,” pungkasnya. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












