Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Polresta Malang Kota Pimpin Apel 357 Personel Gabungan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS mengecek kesiapan personel usai apel kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.

MALANG, BERITAKATA.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menggelar apel kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seiring peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Kegiatan yang dilangsungkan di Lapangan Buring, tepatnya di belakang GOR Ken Arok Jalan Kalianyar, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, pada Jumat (6/11/2026) tersebut mengerahkan sebanyak 357 personel gabungan dari berbagai unsur instansi terkait.

Berdasarkan data kesiapan di lapangan, kekuatan pasukan tersebut terdiri atas 172 personel internal Polresta Malang Kota serta 185 personel eksternal dari instansi samping dan pemangku kepentingan lainnya. Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dini sebelum situasi darurat benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Kombes Pol Danang Setiyo PS menyampaikan bahwa perubahan cuaca yang ekstrem disertai peningkatan intensitas hujan membawa potensi gangguan terhadap keselamatan warga maupun kelancaran aktivitas di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang terstruktur dan terpadu mutlak untuk segera disiapkan.

“Perubahan cuaca dan meningkatnya curah hujan berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan masyarakat maupun aktivitas perkotaan maka diperlukan langkah antisipasi yang terencana dan terpadu,” ungkap Kombes Pol Danang pada Jumat (6/11/2026).

Evaluasi dari peristiwa musim hujan sebelumnya juga dijadikan acuan penting dalam memetakan wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian ekstra. Sejumlah titik rawan genangan teridentifikasi berada di kawasan Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru, yang meliputi ruas Jalan Ahmad Yani serta Jalan Soekarno-Hatta atau yang populer disebut kawasan Suhat. Selain ancaman genangan, kawasan bantaran Sungai Brantas yang melintasi wilayah Klojen, Kedungkandang, serta Sukun juga menjadi fokus pemantauan ketat mengingat kondisi tebing dan struktur tanahnya yang berisiko mengalami pergerakan atau longsor.

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan tertinggi Polresta Malang Kota tersebut mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap pasif menunggu musibah datang. Aparat penegak hukum dan instansi terkait harus proaktif berada di garda terdepan untuk meredam dampak buruk bencana.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Kita harus hadir lebih awal untuk mencegah, mengantisipasi, dan meminimalkan dampaknya,” tegasnya.

Usai memimpin apel, Kombes Pol Danang beserta jajaran melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh sarana dan prasarana pendukung, mulai dari kendaraan operasional, perlengkapan SAR, ambulans, hingga fasilitas medis darurat guna memastikan seluruh alat berfungsi secara optimal.

Koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, hingga unsur relawan ditekankan untuk berjalan selaras tanpa adanya ego sektoral. Kombes Pol Danang menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan hal yang paling utama yang harus dikawal secara maksimal oleh seluruh unsur penanggulangan.

Ia juga mengingatkan personel agar tetap mengutamakan faktor keselamatan diri saat bertugas di lapangan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Berikan bantuan secara cepat, amankan lokasi terdampak, lakukan pengaturan lalu lintas apabila diperlukan, serta siapkan evakuasi bagi warga di wilayah berisiko,” ungkapnya.

Selain mengandalkan kesiapan aparat, pelibatan aktif masyarakat juga dinilai memegang peranan vital dalam mitigasi risiko jangka panjang. Warga diimbau untuk senantiasa merawat kebersihan saluran drainase, menghindari kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai, serta berkoordinasi secara proaktif untuk memangkas pohon-pohon yang berisiko tumbang.

Seluruh rangkaian persiapan ini diharapkan mampu membangun ketahanan wilayah yang tangguh di Kota Malang. Kombes Pol Danang juga membakar semangat ratusan personel dengan menyerukan instruksi tegas.

“Siap, Sikap, dan Tanggap. Siap personelnya, siap peralatannya, kuat koordinasinya, dan cepat responsnya,” pungkas Kombes Pol Danang. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *