PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Suka Maju, Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menjalani penilaian lapangan oleh tim juri tingkat Provinsi Jawa Timur.
HIPPA tersebut masuk tiga besar dalam ajang Sarasehan Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA dan GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur
Kunjungan tim juri dilakukan untuk melihat langsung kondisi kelembagaan, pengelolaan irigasi, hingga keterlibatan petani dalam menjaga dan membagi air secara merata.
Sekretaris Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Fauzi Nasruddin, mengatakan HIPPA Suka Maju terpilih setelah melalui seleksi awal yang digelar di Malang pada bulan sebelumnya.
“Seleksi awal sudah kita lakukan di Malang bulan kemarin. Kemudian hari ini ada kunjungan ke lapangan untuk gabungan HIPPA dan GHIPPA yang masuk tiga besar di tingkat provinsi. HIPPA Suka Maju Sentong ini termasuk yang lolos,” ujarnya.
Menurut Fauzi, penilaian tidak hanya melihat kondisi fisik saluran irigasi. Tim juri juga menilai kekuatan kelembagaan, pemberdayaan anggota, komunikasi dengan petani, serta kontribusi dalam pemeliharaan saluran.
Aspek lainnya adalah kemampuan HIPPA mengajak masyarakat petani menjaga jaringan irigasi dan membagi air secara adil. Hal itu dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, mengatakan pembinaan HIPPA-GHIPPA menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar kelembagaan petani semakin mandiri.
Menurutnya, pembinaan dilakukan lintas organisasi perangkat daerah. Bappeda menangani kelembagaan, Dinas PUPR pada infrastruktur irigasi, sedangkan Dinas Pertanian berfokus pada pembinaan sektor pertanian.
Hengki menjelaskan, pemerintah daerah juga berupaya memperbarui data dan menata kelembagaan HIPPA yang selama ini mengalami pergantian pengurus. Dari total 289 daerah irigasi, seluruh kelembagaan diharapkan dapat diberdayakan secara optimal.
Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo juga membina tiga HIPPA setiap tahun melalui dukungan material untuk perbaikan saluran yang pelaksanaannya dilakukan secara swadaya oleh kelompok petani.
“Harapannya HIPPA bisa mandiri, mulai dari pemeliharaan saluran, cara bercocok tanam, sampai pembiayaan. Kalau saluran sudah bisa diperbaiki secara swadaya oleh petani, tentu bisa meringankan beban pembiayaan pemerintah kabupaten,” kata Hengki. ig/fat












