Asal Usul Ikan GloFish, Ikan Hias yang Berkilau dalam Gelap

Ikan Glofish.

BERITAKATA.id – Ikan GloFish adalah ikan hias yang memiliki keunikan karena bisa bersinar di bawah cahaya tertentu. Berkat warnanya yang mencolok dan kemampuannya memancarkan cahaya neon, ikan ini telah menjadi salah satu jenis ikan akuarium yang paling diminati dalam beberapa tahun terakhir.

Asal usul dan sejarah pengembangan ikan GloFish menarik untuk disimak, terutama karena pengembangannya awalnya bukan untuk tujuan komersial, melainkan sebagai alat penelitian.

Ikan GloFish pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan dari National University of Singapore pada awal tahun 2000-an. Pada awalnya, ikan ini tidak dirancang sebagai ikan hias, melainkan untuk membantu penelitian lingkungan. Para peneliti menambahkan gen fluoresen dari ubur-ubur dan karang laut ke dalam DNA ikan zebra (zebrafish), dengan tujuan agar ikan dapat digunakan untuk mendeteksi polusi air.

Protein fluoresen yang dihasilkan membuat ikan bersinar di bawah cahaya ultraviolet (UV). Ide utamanya adalah agar ikan ini bisa bersinar lebih terang saat terpapar bahan kimia beracun, sehingga dapat menjadi indikator adanya pencemaran di air.

Namun, inovasi ini menarik perhatian pasar ikan hias. Pada tahun 2003, ikan GloFish mulai dipasarkan di Amerika Serikat sebagai ikan hias pertama yang dimodifikasi secara genetik dan legal untuk dijual ke publik. Dari sini, popularitasnya semakin berkembang di seluruh dunia.

Keunikan ikan GloFish terletak pada warna-warnanya yang cerah seperti merah, hijau, biru, ungu, dan oranye. Warna-warna ini dihasilkan oleh protein fluoresen dalam tubuh ikan, yang membuatnya bersinar paling terang di bawah lampu LED atau cahaya ultraviolet.

Meskipun sering disebut “bersinar dalam gelap,” ikan ini sebenarnya tidak bersinar secara alami dalam kegelapan total, melainkan hanya di bawah cahaya khusus.

Salah satu keunggulan ikan GloFish adalah bahwa mereka tidak memerlukan perawatan khusus. Sama seperti ikan zebra biasa, ikan GloFish dapat tumbuh dan berkembang biak di lingkungan akuarium yang standar.

Banyak pemilik akuarium yang memilih untuk menggunakan lampu LED khusus untuk memperlihatkan efek kilau yang lebih maksimal.

Meski ikan GloFish banyak diterima oleh para penggemar akuarium, pengembangannya juga menuai kontroversi. Beberapa ilmuwan dan pecinta lingkungan khawatir bahwa pelepasan ikan hasil rekayasa genetik ini ke alam liar dapat mengganggu ekosistem lokal.

Namun, hingga saat ini, ikan GloFish dipasarkan dengan regulasi yang ketat agar tidak dilepaskan ke perairan alami. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, mengatur penjualan ikan GloFish dengan ketentuan khusus untuk mencegah dampak negatif terhadap ekosistem.

Sejak pertama kali diperkenalkan, ikan GloFish menjadi salah satu ikan hias paling populer di kalangan pecinta akuarium. Warna-warnanya yang mencolok dan efek neon yang dipancarkannya membuat ikan ini sangat menarik untuk dijadikan penghias akuarium, terutama dengan bantuan lampu khusus. Seiring dengan popularitasnya, ikan GloFish juga dikembangkan dalam spesies baru seperti ikan tetra dan ikan barb, yang juga dimodifikasi genetik untuk memancarkan cahaya serupa.

Dengan popularitas yang terus meningkat, ikan GloFish diperkirakan akan tetap menjadi favorit di pasar ikan hias. Potensi pengembangan lebih lanjut dalam modifikasi genetika juga dapat membuka jalan bagi variasi warna dan spesies baru yang semakin menarik bagi para pecinta akuarium di masa depan. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *