Pemkot Batu Matangkan Konsep Batu Agrocreative, Wali Kota Nurochman Temui Menekraf RI

Wali Kota Batu, Nurochman (kanan), melakukan kunjungan kerja dan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya (kiri).

BATU, BERITAKATA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengambil langkah strategis guna memperluas sinergi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf). Wali Kota Batu, Nurochman, melakukan kunjungan kerja dan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Audiensi ini difokuskan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan sektor gastronomi di daerah melalui implementasi konsep terpadu bernama Batu Agrocreative.

Dalam pertemuan tersebut, Nurochman memaparkan data kinerja sektor pariwisata Kota Batu. Tercatat pada tahun 2025, daerah ini mendatangkan sekitar 9,7 juta wisatawan. Meskipun sempat menghadapi tantangan penurunan kunjungan akibat kebijakan efisiensi, tren sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan yang positif pada tahun 2026.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan kunjungan, Nurochman menjelaskan bahwa Pemkot Batu tidak lagi hanya bertumpu pada daya tarik wisata buatan. Pihaknya berkomitmen untuk mengintegrasikan pariwisata ramah lingkungan dan memperkuat fondasi gastronomi lokal.

“Kami tidak hanya ingin menonjolkan wisata buatan, tetapi juga terus mendorong perkembangan green tourism. Terkait gastronomi, yang kami kedepankan adalah penguatan ekosistemnya,” tegas Nurochman pada Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang diambil oleh Pemkot Batu. Dikatakannya, pemerintah pusat berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem kreatif di tingkat daerah.

“Menekraf mendorong percepatan penguatan desa kreatif serta optimalisasi aktivasi creative hub di Kota Batu. Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus mengupayakan dukungan pendanaan serta penguatan kelembagaan dengan menempatkan desa dan ruang-ruang kreatif (creative space) sebagai fokus prioritas utama,” kata Nurochman.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan gastronomi di Kota Batu diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta berdaya saing tinggi. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *