PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, angkat suara mengenai pengurangan insentif dapur MBG dari Rp 6 juta perhari menjadi Rp 2.000 per porsi.
Ketua Gapembi Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman mengatakan, Gapembi akan terus mendukung perbaikan dan pembenahan tata kelola program MBG ke depan agar lebih tepat sasaran dan efektif bagi penerima manfaat yang membutuhkan.
Namun perlu diingat, stakeholder dalam program ini tidak hanya BGN dan penerima manfaat, tetapi juga mitra/pemilik dapur.
“Sejak awal, para mitra telah rela berkorban membangun dapur SPPG dengan biaya mandiri agar cita-cita Presiden dalam memberi makan anak Indonesia dapat terwujud secara masif dan cepat,” kata Wahid, Jumat (2/10/2026).
Oleh karena itu, hendaknya mitra diberi ruang komunikasi seluas-luasnya dengan BGN sebagai mitra kerja yang sejajar.
“Diskusi mengenai besaran insentif perlu dibuka kembali bersama para mitra yang diwakili asosiasi, sehingga besaran insentif benar-benar mencerminkan rasa keadilan bagi kedua belah pihak,” tegas Wahid.
Wahid menambahkan, sebagai alternatif, dapat digunakan sistem grading. Mengingat biaya pembangunan dapur masing-masing mitra berbeda, penentuan grading dapat dilakukan melalui verifikasi lapangan (verlap) ke masing-masing SPPG oleh KPPG dengan memanfaatkan Korwil yang ada untuk turun langsung ke lapangan.
Diberitakan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah skema insentif MBG bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mulai 5 Oktober 2026, insentif yang sebelumnya diberikan secara flat sebesar Rp 6 juta per hari akan dihitung berdasarkan jumlah porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. Dalam skema baru, SPPG mendapat insentif Rp 2.000 untuk setiap porsi. ig/fa












