PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepala Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Marwono terus berupaya meningkatkan kesehatan warganya, khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Bekerja sama dengan kader posyandu, PKK, dan bidan desa, Kades Marwono meluncurkan berbagai program inovatif yang terbukti efektif.
Salah satu langkah utama yang diambil adalah pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak-anak. Porsi PMT yang awalnya hanya Rp 2.500 kini dinaikkan menjadi Rp 7.500 per anak.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas," ujar Kades Marwono, Minggu (16/6/2024).
Selain itu, ibu-ibu kader juga diberikan edukasi untuk membuat PMT sendiri, sehingga gizi anak-anak dapat lebih terpantau.
Hasil dari upaya ini sangat menggembirakan. Pada tahun 2023, Desa Wringinanom mencatat adanya 5 kasus stunting. Namun, berkat intervensi yang tepat dan berkelanjutan, pada tahun 2024 angka stunting di desa ini berhasil ditekan hingga nol kasus.
"Sekarang fokus kami beralih ke pencegahan, memastikan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting," tambah Kadew Wringinanom, Kecamatan Kuripan, Marwono.
Selain itu, jumlah balita di Desa Wringinanom juga meningkat signifikan, dari sekitar 250 balita pada tahun 2023 menjadi sekitar 400 balita pada tahun 2024. Peningkatan ini menandakan pentingnya program kesehatan yang berkelanjutan untuk mengakomodasi kebutuhan gizi yang terus berkembang.
Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan, juga meluncurkan program Desa Siaga, di mana setiap kader posyandu ditugaskan untuk mengawasi beberapa ibu hamil.
"Dengan program ini, kami bisa memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan pemantauan dan perawatan yang diperlukan untuk mencegah stunting sejak dalam kandungan," jelas Marwono. ig/fat/fa












