Harjakapro ke-280 Sukses Digelar, Gus Haris: Kebersamaan Kunci Kejayaan Probolinggo

Bupati Probolinggo menegaskan kebersamaan menjadi kunci kejayaan.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kemeriahan luar biasa menyelimuti Alun-alun Kraksaan pada Minggu (26/4/2026) malam. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan malam puncak penutupan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280. Agenda ini sekaligus menjadi titik balik kebangkitan ekonomi dan penguatan identitas sejarah daerah.

Rangkaian perayaan yang berlangsung selama 10 hari sejak 17 April 2026 ini sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, komunitas seni, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut andil dalam menyemarakkan hari bersejarah bagi kabupaten yang kini genap berusia hampir tiga abad tersebut.

Penampilan drama kolosal yang diperankan oleh Sekda Kabupaten Probolinggo.

Kemeriahan malam penutupan diawali dengan tampilan Tari Kreasi Kembang Genggong yang memukau. Tak hanya itu, suasana semakin emosional saat drama kolosal sejarah asal-usul Probolinggo ditampilkan. Menariknya, para pemeran drama tersebut adalah para kepala OPD yang tampil totalitas memerankan tokoh-tokoh sejarah masa lalu.

Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, dalam sambutannya menekankan bahwa usia 280 tahun merupakan momentum penting untuk refleksi. Ia mengajak masyarakat untuk meneladani kegigihan para leluhur, mulai dari era Majapahit hingga pemerintahan Banger, yang membentuk karakter warga Probolinggo menjadi sosok yang tangguh.

“Masa yang cukup panjang dan luar biasa. Kita belajar dari sejarah bahwa dinamika dan konflik masa lalu justru membentuk kita menjadi masyarakat yang pekerja keras. Malam ini adalah momen kita untuk kembali bersatu demi masa depan,” ujar Gus Haris disambut tepuk tangan riuh warga.

Selain aspek budaya, Gus Haris menyoroti pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan. Ia mendorong penguatan sistem keamanan swakarsa agar kondusivitas wilayah tetap terjaga.

Malam penutupan rangkaian kegiatan Harjakapro ke-280.

Menurutnya, rasa aman adalah modal utama agar masyarakat bisa bekerja, berkreasi, dan membangun daerah dengan tenang.
Keberhasilan Harjakapro ke-280 juga tercermin dari geliat ekonomi yang nyata.

Gus Haris mengungkapkan kebanggaannya atas perputaran ekonomi di sektor UMKM yang mencapai angka Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per lapak setiap harinya selama pameran berlangsung.

“Ini adalah kejutan positif. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menargetkan penyelenggaraan hingga 100 event dalam satu tahun. Kita ingin membuka seluas-luasnya peluang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Visi pembangunan masa depan juga dipaparkan secara komprehensif. Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Gus Haris memastikan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sektor pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih tetap menjadi prioritas utama yang berjalan beriringan.

Di penghujung acara, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, sponsor, jajaran Forkopimda, serta seluruh masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama acara. Baginya, kesuksesan Harjakapro tahun ini bukan hanya milik pemerintah, melainkan kemenangan seluruh warga Kabupaten Probolinggo.

Puncak acara ditutup dengan hiburan live music yang membawa atmosfer kegembiraan bagi seluruh pengunjung. Dengan berakhirnya Harjakapro ke-280, terselip harapan besar bahwa semangat kolaborasi yang telah terbangun akan terus terjaga. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *