PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepala Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Masjoko berhasil menggunakan Dana Desa untuk menangani masalah stunting yang sebelumnya mengancam pertumbuhan balita di desanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil yang signifikan, dengan jumlah balita stunting turun dari satu orang pada tahun lalu menjadi nol kasus pada tahun ini.
Pemerintah Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk beberapa program strategis yang difokuskan pada penanganan stunting.
Salah satu program utama adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (PMT) yang diberikan secara teratur kepada balita di desa tersebut. Program ini bertujuan untuk memastikan asupan gizi yang cukup dan seimbang bagi pertumbuhan anak-anak.
Selain PMT, edukasi bagi ibu hamil di Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, juga menjadi prioritas. Pemerintah desa secara aktif memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan.
Edukasi ini melibatkan kader Posyandu yang memberikan informasi mengenai pola makan sehat dan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil.
“Kami sangat fokus pada upaya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi bagi ibu hamil sangat penting agar mereka memahami kebutuhan gizi yang harus dipenuhi selama masa kehamilan,” ujar Kades Wonoasri Masjoko, Sabtu (15/6/2024).
Desa Wonoasri juga memiliki tenaga kesehatan yang selalu siap siaga untuk memberikan pelayanan dan konsultasi kesehatan kepada masyarakat. ig/fat/fa












