Kader Posyandu dan PKK Desa Menyono Penuh Perjuangan Tangani Stunting

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kader Posyandu dan PKK Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, berjibaku menekan stunting. Bahkan bisa dibilang penuh perjuangan.

Dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada balita di salah satu daerah terpencil dengan melakukan jemput bola untuk memberikan imunisasi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penuh gizi.

Salah satu dusun terpencil adalah Dusun Kaligunde. Dusun itu dikenal sulit dijangkau, dengan akses jalan yang harus melewati sawah dan menyeberangi sungai dengan jembatan dari tumpukan bambu.

Salah satu kader Posyandu, Iszul Fiatil Wahidah, menceritakan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya.

“Kami harus melewati medan yang sulit diakses dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki untuk memberikan pelayanan di dusun Kaligunde. Rutenya dari titik kumpul posyandu sekitar 5 kilometer,” kata Iszul, Kamis (13/6/2024).

Selama perjalanan, pihaknya juga harus membawa timbangan, PMT, obat-obatan dan barang lain yang biasa digunakan di Posyandu saat memberikan pelayanan pada umumnya.

Upaya ini dilakukan secara rutin setiap bulan dengan tujuan menurunkan angka stunting di Desa Menyono, Kecamatan Kuripan.

Hasil upaya keras ini mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Di tahun 2023, tercatat ada 49 anak yang mengalami stunting. Namun, hingga bulan Mei 2024, jumlah tersebut menurun menjadi 38 anak, menunjukkan penurunan sekitar 15 persen dari total 312 balita yang ada di desa tersebut.

Selain memberikan PMT, para kader juga memberikan edukasi kepada ibu hamil di Dusun Kaligunde. Edukasi ini sangat penting mengingat dusun tersebut letaknya jauh dari posyandu, sehingga banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai gizi dan kesehatan anak.

Tak hanya di dusun itu, pelayanan diberlakukan secara merata di setiap dusun. Total ada empat dusun yang ada di Desa Menyono, yakni Dusun Krajan, Krasat, Kaligunde, dan Sekarputih.

Kepala Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Novan Ali Wardoyo, menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan stunting ini.

“Kami mendukung penuh kader Posyandu dan PKK dalam menjalankan tugasnya. Dana desa kami alokasikan untuk memberikan PMT dengan menu yang berbeda setiap bulannya,” ujar Kades Menyono Novan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa balita mendapatkan asupan gizi yang beragam dan seimbang.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan kerja keras kader Posyandu serta PKK, Novan berharap angka stunting terus menurun dan kesehatan balita di desa ini semakin meningkat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini demi masa depan anak-anak kami yang lebih sehat,” tandas Novan. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *