MALANG, BERITAKATA.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Sebanyak 2.425 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dijadwalkan menerima menu makanan tambahan berupa gulai sapi pada malam nanti.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari, diawali dengan ibadah salat Idul Adha bersama kemudian dilanjutkan dengan proses pemotongan hewan kurban.
“Idul Adha, kemudian dirangkaikan dengan pemotongan hewan kurban pada pukul 08.00 tadi pagi. Kemudian hari ini kami mendapatkan 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing dari beberapa APH (Aparat Penegak Hukum) dan beberapa hamba Allah yang memberikan bantuan untuk disalurkan kepada seluruh warga binaan kami,” ujar Christo saat memberikan keterangan pada Rabu (27/5/2026).
Pihak Lapas langsung mengolah daging hasil penyembelihan hari ini untuk didistribusikan kepada seluruh penghuni lapas. Berdasarkan data Rabu (27/5/2026) pagi ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas I Malang mencapai 2.425 orang.
“Pada hari ini juga kami sudah melakukan pemotongan hewan kurban, dan nanti malam kami akan memberikan menu tambahan kepada warga binaan kami berupa gulai sapi,” kata Christo.
Ia menegaskan bahwa seluruh warga binaan akan merasakan menu tersebut tanpa terkecuali.
“2.400 (sekian) warga binaan makan gulai untuk malam ini,” imbuhnya.
Selain dialokasikan untuk konsumsi internal warga binaan, Lapas Kelas I Malang juga menyalurkan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar dan keluarga WBP. Pada hari pertama, sebanyak 50 paket bantuan telah didistribusikan.
Karena jumlah hewan kurban yang diterima cukup banyak, pihak lapas merencanakan pembagian tahap kedua yang dikhususkan bagi keluarga warga binaan yang datang berkunjung pada akhir pekan.
“Dan mungkin di hari Sabtu (30/5/2026) nanti kami juga akan membagikan, karena terlalu banyak, jadi akan kami bagikan juga kepada keluarga warga binaan di hari Sabtu nanti. Jadi hari Sabtu nanti ada 4 ekor sapi yang akan kami bagikan kepada keluarga warga binaan yang berkunjung,” jelas Christo.
Proses penyembelihan seluruh hewan kurban dilakukan secara mandiri di area dalam Lapas Kelas I Malang dengan memanfaatkan tenaga dari warga binaan dan petugas lapas.
“Pemotongan langsung di dekat dapur. Ada lahan di dapur kami, dibantu oleh warga binaan,” tuturnya.
Untuk menjamin kelayakan, kebersihan, dan kesehatan daging yang akan dikonsumsi, Lapas Kelas I Malang melakukan sinergi dengan instansi kesehatan setempat guna melakukan pemeriksaan berkala terhadap hewan kurban tersebut.
“Kami itu dapat kerja sama dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan untuk memeriksa pemeriksaan itu,” ungkap Christo.
Pelaksanaan ibadah kurban dan pembagian logistik pangan ini mendapatkan apresiasi serta respon positif dari para warga binaan di dalam lapas.
“Alhamdulillah respon dari warga binaan itu sangat baik. Mereka sangat berterima kasih kepada para APH dan hamba-hamba Allah yang telah mengirimkan hewan kurbannya ke lapas yang akan kami kelola untuk kami masak dalam beberapa hari ke depan untuk kami bagikan kepada seluruh warga binaan,” pungkas Christo.












