Mantan Gubernur Jatim 2 Periode: 29 Daerah se-Jawa Timur Dilanda Kekeringan

Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Imam Utomo, mengungkapkan bahwa mayoritas wilayah di provinsi tersebut mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Dari 38 kabupaten dan kota, 29 daerah di antaranya menghadapi kekeringan setiap tahunnya.

Dalam acara peluncuran Program CSR Paiton Energy di Paiton, mantan Gubernur Jatim dua periode tersebut menyebutkan bahwa 4 hingga 5 kecamatan dari masing-masing daerah tersebut mengalami kekeringan cukup parah.

“Dari 38 kabupaten/kota, 29 daerah selalu ada yang terdampak kekeringan. Bahkan ada yang sampai di tingkat kecamatan,” kata Imam.

Sebagai langkah antisipasi, PMI memiliki 200 unit truk tangki untuk droping air bersih, di mana 17 di antaranya beroperasi di wilayah Jawa Timur. Truk-truk tersebut terus menerus melakukan mobilisasi air, baik saat musim kemarau maupun saat musim hujan, guna membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Imam pum mengajukan CSR truk tangki kepada Presdir Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri.

“Truk ini tidak pernah berhenti selama setahun penuh. Pada musim kemarau, digunakan untuk membantu warga yang kekurangan air. Saat musim hujan, tetap aktif karena sumber air warga rusak terkena banjir,” jelas Imam.

Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, menambahkan bahwa organisasi tersebut tidak hanya fokus pada donor darah, tetapi juga aktif dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan lainnya. Ia menyebutkan bahwa jumlah truk yang dimiliki PMI saat ini masih dirasa kurang untuk memenuhi seluruh kebutuhan di berbagai daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Syarif, mengatakan di Kabupaten Probolinggo, BPBD setempat rutin mengirimkan suplai air bersih ke lima dusun yang tersebar di empat desa berbeda, melalui lima unit truk tangki milik BPBD.

Pengiriman dilakukan berdasarkan permintaan desa, dengan faktor penyebab kekeringan di antaranya pipa PDAM mampet dan sumber mata air yang kering karena faktor alam.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk mencari solusi permanen agar krisis air ini dapat teratasi,” pungkas Oemar, Kamis (31/7/2025). ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *