Sambut HAORNAS 2026, KORMI Kota Malang Dukung Kejurnas Senam ORKI hingga Eksebisi Jemparingan

Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

MALANG, BERITAKATA.id – Menjelang peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada 9 September 2026 mendatang, terdapat sejumlah agenda olahraga dibawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada prestasi kebugaran fisik, tetapi juga pelestarian budaya tradisional.

Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan bahwa peringatan HAORNAS tahun ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat agar lebih aktif bergerak. Salah satu kegiatan yang ada yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senam Olahraga Kebugaran Indonesia (ORKI).

“Untuk Kejurnas Senam ORKI tahun ini mengusung tema ‘Bersatu Dalam Gerak, Berprestasi Dalam Kebugaran’. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengkampanyekan semangat hidup bugar sepanjang usia kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sofyan Edi Jarwoko pada Jumat (4/9/2026).

Pelaksanaan Kejurnas Senam ORKI dijadwalkan berlangsung pada 25-26 September 2026 bertempat di Gedung Malang Creative Center (MCC). Perlombaan ini dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu Senam Nusantara 2, Senam Nusantara 3, Senam Segar, dan Senam Sang Pemenang. Masing-masing kategori tersebut terbuka untuk peserta putra dan putri.

Pihak panitia menetapkan format beregu untuk perlombaan ini, di mana satu grup wajib terdiri dari tiga orang peserta. Adapun biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp 250.000 setiap grup.

“Pendaftaran sudah kami buka sejak 1 Agustus lalu dan akan ditutup besok, 5 September 2026. Pihak panitia juga telah menyiapkan apresiasi bagi para pemenang berupa medali, trofi, serta uang pembinaan,” jelas Sofyan Edi.

Sofyan Edi mengatakan, kompetisi senam beregu seperti ORKI diharapkan memiliki manfaat yang komprehensif. Menurutnya, secara fisik, gerakan senam yang ritmis efektif meningkatkan kesehatan kardiovaskular (jantung dan paru-paru), memperkuat kepadatan tulang, serta menjaga fleksibilitas sendi.

“Secara psikologis dan sosial, olahraga yang dilakukan secara sinkron dalam kelompok bisa menurunkan tingkat stres dan membangun kekompakan serta interaksi sosial yang positif di antara para peserta,” katanya.

Selain senam, KORMI Kota Malang juga menaungi olahraga tradisional yakni Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI). KORMI turut mendukung gelaran Eksebisi Jemparingan yang menjadi rangkaian dari Festival Sekarbanjar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lesbumi NU Kota Malang ini dilangsungkan di RW 07 Genting. Eksebisi panahan tradisional ini tidak sekadar untuk menyambut HAORNAS, tetapi juga terintegrasi dengan peringatan keagamaan.

“Eksebisi Jemparingan ini menjadi istimewa karena sekaligus untuk memperingati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah atau 2026 Masehi. Ini adalah wujud sinergi yang luar biasa antara olahraga masyarakat, pelestarian budaya leluhur, dan syiar agama,” tutur Sofyan Edi.

Sesuai jadwal, Eksebisi Jemparingan dilaksanakan tepat pada hari ini, Jumat (4/9/2026), yang terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan dengan sesi kedua pada malam hari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Ia menyampaikan, bahwa Jemparingan merupakan seni panahan tradisional gaya Mataraman yang dilakukan dengan posisi duduk bersila serta memiliki filosofi dan manfaat yang mendalam. Menurutnya, dari sisi kesehatan, kegiatan menarik busur dalam posisi duduk tegak sangat melatih kekuatan otot lengan, bahu, dan memperbaiki postur tulang belakang.

“Sementara dari sisi mental, Jemparingan bisa melatih tingkat konsentrasi, fokus, ketenangan batin, serta kesabaran, sekaligus menumbuhkan kebanggaan dalam melestarikan warisan budaya nusantara,” katanya. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *