Pj Bupati Ubah Stadion Gelora Menjadi Multifungsi

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto membuat kebijakan penataan hutan kota di area Stadion Kraksaan untuk terus dikembangkan. Saat ini, sudah ada jogging track sepanjang 1.200 meter serta musholla/aula yang sedang dalam proses pembangunan.

Menurut Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo, Bambang Heriwahjudi, penataan hutan kota di stadion tersebut membuka peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan lokasi tersebut untuk beraktivitas, berjualan, promosi hingga pameran. Mengingat, hutan kota juga berada di satu area dengan Stadion Gelora Merdeka.

"Ini adalah kesempatan baik untuk ekonomi kreatif. Lokasi ini bisa digunakan untuk berbagai aktivitas yang mendukung perekonomian lokal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi kreatif maupun olahraga." ujarnya.

Selain itu, dari sisi olahraga, lanjut Yudi, stadion ini kini dilengkapi dengan jogging track yang baru diresmikan.

Yudi menegaskan bahwa olahraga tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk kebugaran dan rekreasi.

"Tempat ini sangat layak untuk masyarakat Kraksaan dan sekitarnya untuk jogging. Selain itu, car free day nanti juga bisa digelar di area stadion, tergantung yang punya leading sektor nanti dikonsep seperti apa," tambahnya.

Yudi berharap inisiatif yang dilakukan oleh Pj Bupati ini mendapat respon positif dari semua pihak yang terlibat.

"Membangun itu mudah, tetapi merawat dan mengelola tempat itu agar tetap bersih, indah, dan ekosistemnya terjaga adalah tantangan yang sesungguhnya," jelasnya.

Untuk pengelolaan stadion, Dispopar saat ini sedang mengurus rumput tengah lapangan. Meski demikian, penggunaan stadion juga terbuka untuk masyarakat.

Selain itu, Elite Soccer YTL menyewa stadion dengan perjanjian, namun masyarakat tetap bisa menggunakan fasilitas tersebut dengan mengatur jadwal yang ada.

"Prioritas kami memang untuk penyewa, tetapi masyarakat tetap bisa menggunakan stadion," ujar Bambang.

Ia juga menambahkan bahwa event-event lain bisa diselenggarakan di stadion dengan syarat ada surat dan koordinasi yang jelas.

"Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan, sehingga penataan di luar lapangan masih memerlukan perhatian lebih, terutama dalam hal pemeliharaan rumput liar yang tinggi. Penataan lebih lanjut akan kami bahas nanti," tutup Yudi. Ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *