RSUD dr Moh. Saleh Gelar FKP, Tampung Keluhan Lahan Parkir dan Antrean

RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo menggelar FKP untuk menampung aspirasi masyarakat dan evaluasi pelayanan.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD setempat, Senin (12/10/2026), dengan melibatkan perwakilan masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat.

Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati, hadir langsung dalam forum tersebut. Sejumlah persoalan pelayanan menjadi bahan diskusi, mulai dari fasilitas parkir hingga waktu tunggu pasien.

Dokter Ida (sapaan akrab Nurul Hasanah Hidayati) mengatakan, FKP menjadi ruang dialog antara rumah sakit dan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan serta masukan terkait pelayanan publik.

“Harapannya, dengan FKP ini menjadi forum dialog bagi semua pihak yang terkait dengan layanan publik. Rumah sakit mencoba menyampaikan kondisi pelayanan sekaligus menerima masukan dari masyarakat, seperti persoalan parkir dan layanan tunggu,” ujar dr Ida.

Ida menjelaskan, seluruh masukan yang disampaikan dalam FKP akan dibahas lebih lanjut bersama tim internal rumah sakit. Aspirasi tersebut akan dipilah berdasarkan skala prioritas.

Menurut Ida, persoalan parkir menjadi perhatian utama. Penataan parkir cukup rumit karena keterbatasan lahan, sementara pasien membutuhkan akses mudah menuju fasilitas pelayanan.

“Kalau lahan parkir memang cukup rumit, terutama karena kita tidak punya lahan yang cukup. Kita coba memaksimalkan yang ada di belakang,” jelasnya.

Ida menyebut, pemanfaatan lahan parkir di lokasi lain menjadi alternatif, dengan skema pasien diturunkan terlebih dahulu di rumah sakit, kemudian kendaraan diparkir di lokasi yang disiapkan. Namun opsi tersebut masih memerlukan koordinasi lebih mendalam, terutama terkait kerja sama sewa lahan.

Selain evaluasi pelayanan, FKP juga menjadi momentum pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi layanan. Dari total 24 layanan yang dimiliki rumah sakit, sebanyak 17 layanan telah mencapai kompetensi tingkat madya.

“Kita akan memetakan kekurangan dari layanan yang masih berada pada tingkat dasar untuk menjadi madya, begitu juga dari madya menuju utama. Ada kebutuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, tempat, dan aspek lainnya yang harus dipenuhi,” terangnya. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *