PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Persoalan jalan rusak, sampah hingga jembatan yang nyaris putus menjadi contoh laporan warga yang selama ini diterima langsung Bupati Pamekasan Kholilurrahman. Pengalaman tersebut mendorong Pemkab Pamekasan menyiapkan kembali nomor pengaduan masyarakat agar berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang, Selasa (15/9/2026).
Rencana mengaktifkan kembali kanal pengaduan tersebut disampaikan Kholilurrahman sebagai bagian dari upaya membuka komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat. Ia menilai, warga memiliki posisi penting dalam menyampaikan kondisi yang tidak selalu dapat terpantau oleh pemerintah.
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya membatasi diri dari keluhan maupun masukan masyarakat. Justru, laporan warga dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengidentifikasi hambatan pembangunan sekaligus menentukan langkah penanganannya.
“Pemerintah jangan eksklusif, keterbukaan ini akan membantu kami dalam memahami, dalam mengetahui adanya hambatan-hambatan pembangunan di masyarakat,” tegasnya.
Kholilurrahman menjelaskan, mekanisme pengaduan nantinya akan dikelola oleh staf. Laporan yang masuk akan dipilah berdasarkan persoalan dan kewenangan penanganannya. Aduan yang dapat diselesaikan oleh staf akan langsung diberikan jawaban, sedangkan persoalan yang membutuhkan keputusan lebih lanjut akan diteruskan kepada Sekretaris Daerah maupun pejabat terkait.
“Jadi dikelola oleh staf, apa yang bisa dijawab silakan dijawab oleh staf, apa yang tidak bisa dijawab diataskan ke Pak Sekda dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Kholil.
Gagasan tersebut juga berkaca pada pengalaman Kholilurrahman saat memimpin Pamekasan pada periode sebelumnya. Saat itu, masyarakat disebut cukup aktif menyampaikan berbagai persoalan melalui nomor pribadinya.
Dalam sehari, ia mengaku menerima rata-rata tiga laporan dari warga. Aduan tersebut di antaranya menyangkut persoalan sampah, jalan rusak hingga jembatan yang kondisinya hampir putus.
Laporan yang diterima kemudian ia teruskan kepada dinas terkait agar dapat segera ditangani.
”Saya screenshot, saya kirimkan ke dinas terkait dan alhamdulillah bisa segera diatasi,” ujarnya.
Menurut Kholilurrahman, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah. Persoalan yang disampaikan warga dapat membantu pemerintah melihat kebutuhan di lapangan secara lebih langsung, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelayanan dan pembangunan.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan masukan maupun persoalan yang dihadapi. Pengaduan, kata dia, bukan semata-mata keluhan, melainkan bagian dari komunikasi yang dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi masyarakat.
Kanal pengaduan tersebut nantinya diharapkan membuat respons pemerintah terhadap persoalan warga menjadi lebih terarah. Dengan laporan yang masuk melalui mekanisme yang jelas, setiap persoalan dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.
“Dengan adanya pusat pengaduan seperti itu, pemerintah akan semakin sibuk. Dan memang itu yang seharusnya. Kita harus maksimal, kalau tidak kita khianat,” pungkasnya. ig/an.












