PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo membawa pesan kesehatan dalam balutan budaya pada Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Minggu (13/9/2026). Bersinergi dengan tiga OPD, RSUD dr. Mohamad Saleh mengusung tema
Zaman Majapahit “Nata Praja Husada Sesanti” dengan semangat “Menjaga Raga, Mengola Harta untuk Negeri”.

Kolaborasi tersebut melibatkan empat instansi, yakni Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), RSUD dr. Mohamad Saleh, serta RSUD Ar-Rozy.
Melalui konsep “Sengkala Nuswantara”, kontingen dengan mengenakan pakaian kolosal anggun menggambarkan perjalanan Nusantara dari kondisi sakit menuju negeri yang sehat, kuat dan sejahtera. Konsep tersebut sekaligus menjadi gambaran sinergi pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mengelola sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Direktur UOBK RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati, mengatakan keikutsertaan RSUD dr. Mohamad Saleh dalam pawai menjadi bagian dari semangat sinergitas antarlembaga dalam membangun Kota Probolinggo.
“Menjaga raga, mengolah harta untuk negeri. Ini menjadi semangat yang diangkat dalam penampilan kontingen ini<” tuturnya.
Konsep yang dibawa memadukan unsur sejarah, pemerintahan dan kesehatan. “Nata Praja” menggambarkan pemerintahan yang amanah, sementara “Husada Sesanti” menjadi simbol pengabdian tenaga kesehatan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sebagai rumah sakit daerah, RSUD dr. Mohamad Saleh menjadi salah satu unsur yang berperan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui penampilan budaya dalam rangkaian Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.
Pawai dimulai dari Kantor Wali Kota Probolinggo, kemudian bergerak menyusuri Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, sebelum berakhir di perempatan Jalan Imam Bonjol.
Penampilan kontingen kolaborasi empat OPD tersebut disaksikan langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda, serta masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai.
Konsep “Sengkala Nuswantara” juga menggambarkan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Seluruh elemen perlu bersinergi dalam menjaga kesehatan, mengelola sumber daya dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut semakin diperkuat dengan momentum usia ke-81 tahun Indonesia. Persatuan dan gotong royong menjadi nilai yang diangkat untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, jaya, sehat dan berkelanjutan.
Melalui Pawai Budaya ini, RSUD dr. Mohamad Saleh tidak hanya hadir sebagai bagian dari kemeriahan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Kehadiran tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang berdaya, sejahtera dan berkelanjutan. ig/fat












