MALANG, BERITAKATA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar acara Diseminasi Penguatan serta Peningkatan Ekonomi Kreatif dan UMKM dalam Mendukung Program Dasa Bakti Wali Kota Malang Kecamatan Blimbing Kota Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Singasari, Alana Hotel pada Senin (10/11/2025).
Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua Dekranasda Kota Malang Hanik Andriani Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Wakil Ketua I DPRD Kota Malang H. Abdurrahman, dan Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono.
Kegiatan diawali dengan adanya suguhan tari beskalan oleh para penari. Selain itu, terdapat 18 peragawan dan peragawati fashion show dengan busana bercirikan batik cap dan tulis dari 11 kelurahan se-Kecamatan Blimbing.

Acara ini dihadiri juga para peserta dari 180 pelaku UMKM, dan terdapat beberapa stan UMKM yang berjualan. Kegiatan tersebut terdapat pemberian hadiah utama dengan cara diundi berupa 2 unit sepeda motor listrik.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, bahwa fesyen seperti hasil kreasi dari Kecamatan Blimbing menjadi salah satu contoh dari 17 subsektor ekonomi kreatif unggulan di Kota Malang.
Hal ini menjadikan salah satu indikator penilaian juga, sehingga Kota Malang dinobatkan UNESCO sebagai salah satu 58 kota kreatif di dunia belum lama ini.
“Data-data yang telah diterima dan disampaikan sesuai dengan fakta di lapangan, salah satunya juga dari Kecamatan Blimbing, fesyen ini menjadi salah satu subsektor unggulan dari Kota Malang, tidak melihat dari fashionnya tetapi bagaimana desainnya, bagaimana bahan,” kata Wahyu dalam sambutannya pada Senin (10/11/2025).
Wahyu mengucapkan selamat kepada para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif atas pencapaian Kota Malang tersebut. Ia menekankan bahwa pengakuan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCO bukanlah proses yang mudah, melainkan hasil dari penilaian ketat dan validasi data di lapangan.
“Untuk bisa menjadi kota kreatif, masuk dalam kota kreatif itu tentu banyak persyaratan dan juga banyak kriteria-kriteria, dan itu juga berdasarkan fakta di lapangan, tentu juga berdasarkan pelaku-pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Malang,” jelas Wahyu.
Apresiasi UNESCO terhadap Kota Malang secara spesifik diberikan di bidang Media Art. Menurut Wahyu, sektor ini didominasi oleh peran kreativitas para pemuda di Kota Malang yang sudah terbukti dan teruji.
“Saya yakin kreativitas anak-anak muda ini cukup dibanggakan terkait dengan UMKM dan Media Art ini sangat baik. Salah satunya dalam rangka media art ini ada selain dari film, ada konten kreator, ada termasuk juga bagaimana aktivitas dari media sosial,” ungkapnya.
Untuk mengokohkan ekosistem kreatif, Wahyu mengatakan, Pemkot Malang terus mengoptimalkan keberadaan Gedung Malang Creative Center (MCC) yang belum lama ini telah sukses menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan dinas tersendiri untuk ekonomi kreatif agar fokus pemberdayaan menjadi lebih detail.
“Nanti Dinas Ekonomi Kreatif ini Bisa memberdayakan terkait dengan ekonomi kreatif yang ada di Kota Malang,” katanya.
Wahyu menegaskan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif tidak bisa dipandang sebelah mata, karena telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Malang di atas rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Pak Mbois ini juga menyoroti ketangguhan UMKM di Kota Malang yang menjadi penopang utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tingkat daerah. Menurutnya, hal tersebut terbukti tidak terpengaruh secara signifikan saat adanya pandemi Covid-19 berdasarkan data-data yang diterimanya.
Wahyu berkomitmen untuk terus mendukung penuh pengembangan UMKM di Kota Malang dengan program Sahabat UMKM. Wahyu mengajak seluruh lurah berkomitmen menjadi sahabat bagi pelaku UMKM untuk menyerap aspirasi dan keluhan.
“Kenapa? Mungkin di daerah kabupaten/kota yang lain tidak ada yang mentasbihkan mulai dari kepala daerahnya sampai dengan lurah itu jadi Sahabat UMKM. Sebagai arti seorang sahabat, tentu kita akan bisa melihat. Kalau sahabatnya kesusahan, kita juga pasti akan merasa,” jelasnya.
Wahyu juga menyampaikan, untuk saat ini, pelaku UMKM tidak perlu khawatir terkait akses pembiayaan. Dikatakannya, Pemkot Malang memiliki fasilitas melalui BPR Tugu Artha dan kerjasama dengan perbankan.
Sedangkan, untuk solusi terkait pemasaran, saat ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus didorong untuk melibatkan UMKM dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
“Kemudian terkait pemasaran, itu juga salah satunya adalah dengan selalu kita mengajak apabila ada kegiatan-kegiatan, UMKM ini harus bisa kita libatkan,” tambahnya.
Camat Blimbing, I Ketut Widi Eika Wirawan dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan diseminasi ini secara khusus difokuskan untuk mendukung dua dari sepuluh program Dasa Bakti Kota Malang, yakni Ngalam Laris dan Ngalam Idrek.
“Tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk mengembangkan dan mendukung visi misi Bapak Wali Kota Malang, mewujudkan Kota Malang yang mbois dan berkelas, khususnya dalam program Ngalam Laris dan Ngalam Idrek bagi pelaku UMKM di sebelas kelurahan,” kata I Ketut Widi. ig/nn/pkpm












