PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo mematangkan kesiapan penyedia jasa konstruksi lokal menghadapi era digitalisasi pengadaan. Lewat pelatihan E-Katalog Versi 6 metode mini kompetisi, Selasa (12/5/2026), di Ruang Pertemuan Dam Banyu Biru, sekitar 100 direktur dan tenaga administrasi penyedia jasa konstruksi se-Kabupaten Probolinggo dibekali strategi adaptasi sistem pengadaan elektronik terbaru.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo. Materi yang diberikan mencakup tata cara pendaftaran di E-Katalog V6, input produk jasa konstruksi, mekanisme mini kompetisi, hingga alternatif metode pengadaan lainnya. Tujuannya jelas: mendorong penyedia jasa lokal lebih mandiri, melek digital, dan siap bersaing secara nasional.
Membuka acara, Sekretaris DPUPR Kabupaten Probolinggo Asrul Bustomi menegaskan tidak ada pilihan selain beradaptasi. “Mindset-nya harus diubah. Jangan lagi mengharapkan pengadaan langsung, karena arahnya sekarang memang melalui e-katalog. Mau tidak mau, penyedia harus menyiapkan diri dan beradaptasi,” tegasnya. Ia menyebut, penerapan ini mengacu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang terakhir diubah melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025.
Asrul menambahkan, hampir seluruh item pekerjaan konstruksi kini sudah tersedia di etalase LKPP, sehingga mini kompetisi menjadi metode utama pemilihan penyedia. Ia mengingatkan, akhir 2025 lalu implementasi e-katalog konstruksi sempat terkendala minimnya partisipasi penyedia. “Sekarang sudah tidak ada alasan lagi. Tahun 2026 semua harus siap. Kami ingin penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Probolinggo benar-benar mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR, Ruli Nasrullah, menyatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis menciptakan ekosistem pengadaan yang sehat. “Tujuan utama kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan kompetensi penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Probolinggo, sekaligus menciptakan penyedia jasa lokal yang mampu bersaing,” kata Ruli. Dengan E-Katalog V6, proses pengadaan diharapkan lebih transparan, cepat, dan akuntabel. ig/fat












