PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menggelar sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di kantor Kecamatan Pajarakan, Rabu (7/8/2024).
Sosialiasi ini dihadiri ketua FPK Supoyo dan para pengurus, Camat Pajarakan Darmono, Kabid Bakesbangpol Budi Utomo, dan para kepala desa se-Kecamatan Pajarakan.
Supoyo memperkenalkan para pengurus FPK Kabupaten Prooblinggo yang hadir dalam sosialiasi.
Kepada para peserta sosialisasi, Supoyo menjelaskan tentang FPK yang dibentuk sesuai Permendagri Nomor 34 Tahun 2006. Di situ mengatur tentang pembauran kebangsaan.
"FPK adalah wadah komunikasi pemerintah terkait pembauran kebangsaan. Di forum ini ada yang berasal dari etnis Jawa, Madura, Batak, Ambon, Arab, Tengger, Minang, dll," kata Supoyo.
Menurut Supoyo, etnis atau suku adalah kekayaan dan kemajemukan. Yang memunculkan keberagaman untuk menjadi penguat antar suku bangsa.
"Kita merdeka karena peran semua etnis. Jangan sampai ada bentrokan antar suku dan etnis," tukas Supoyo.
Supoyo berharap masyarakat selalu rukun dan damai hidup berdampingan. Mau ada pemilu, pilkada, atau hajat lainnya, yang penting masyarakat rukun.
Selanjutnya, FPK kan membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa. Kepala desa boleh menjadi ketua FPK tingkat desa.
"FPK itu dibentuk oleh pemerintah. Tidak membahas soal politik. Yang diperkuat adalah persatuan dan kesatuan bangsa," tandas Supoyo.
Kades Selogudig Wetan, Yoga, menyambut baik sosialiasi FPK. Dia meminta sosialisasi FPK dilanjutkan hingga ke seluruh kecamatan.
"Kami akan mendata suku dan pemeluk agama, untuk merukunkan suku bangsa. Kehadiran FPK ini membantu kami dalam upaya merukunkan warga desa yang berasal dari beragam suku bangsa," ujar Yoga.
Pada akhir acara, Yoga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FPK Kecamatan Pajarakan. ig/fa












