Harga Cabai di Pasar Klojen Malang Tembus Rp120 Ribu, Beras SPHP dan Minyakita Lenyap

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengunjungi Pasar Klojen, Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (29/5/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, mengalami kenaikan pada masa libur panjang Iduladha 2026. Merespons dinamika harga tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Klojen pada Jumat (29/5/2026).

Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit dan bawang merah. Siti Maryam (66), salah satu pedagang sayur di Pasar Klojen, mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai rawit telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir.

“Cabai rawit sekarang Rp 120 ribu setiap kilogram, sebelumnya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu. Sudah sekitar 1 bulan kenaikannya. Saya kalau kulakan Rp 100 ribu setiap kilogram, lalu saya jual setiap satu ons Rp 12 ribu,” ujar Siti Maryam pada Jumat (29/5/2026).

Menurut Siti, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh faktor musiman dari petani.

“Mungkin telat kirimnya. Cabai ini musim-musiman, kalau lagi musim hujan harganya murah, kalau musim kemarau mahal-mahalnya, mungkin dari petaninya begitu,” tambahnya.

Untuk menyiasati harga yang tinggi dan jam operasional penjualannya yang hanya sampai pukul 13.00 WIB, Siti membatasi stok dagangannya. Ia hanya menyetok total lima kilogram cabai campuran, yang terdiri dari cabai keriting, cabai hijau, dan cabai rawit. Pembeli pun rata-rata membeli mulai dari satu ons, seperempat kilogram, hingga setengah kilogram.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri berbelanja di lapak Siti Maryam.

“Tadi Bu Khofifah beli cabai 1 kilo dan tomat 2 kilo. Kalau harga tomat sedang murah, Rp 20 ribu setiap satu kilo,” kata Siti.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Pasar Klojen merupakan salah satu titik referensi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur. Dari hasil peninjauannya, Khofifah menemukan adanya kekosongan pasokan beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta produk Minyakita yang sudah berlangsung sejak sebelum bulan Ramadan 2026 lalu.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami di Pemprov maupun Pak Wali Kota terutama, bahwa ternyata di pasar ini beras medium untuk SPHP rupanya lama tidak tersuplai. Yang kedua, Minyakita juga lama tidak tersuplai,” tegas Khofifah.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera berkoordinasi dengan Bulog untuk mengatasi masalah distribusi ini. Hal ini mengingat stok beras SPHP di Jawa Timur masih sangat mencukupi, yakni sekitar 3,2 juta ton.

“Seyogyanya semua bisa tersapa melalui distribusi sembako yang disiapkan oleh Bulog. Bahwa sebagian besar masyarakat Kota Malang mungkin standarnya sudah beras premium, tapi beras medium harus selalu kita siapkan,” urainya.

Khofifah juga menyoroti tingginya selisih harga Minyakita yang dijual di beberapa toko sembako di Pasar Klojen dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkait kenaikan harga komoditas sayur, Khofifah merinci temuan di lapangan. Harga bawang merah naik dari kisaran Rp 35.000–Rp 45.000 menjadi Rp 55.000–Rp 60.000 per kilogram. Sementara itu, terdapat disparitas harga cabai rawit antar pasar di Kota Malang.

“Cabai rawit di sini (Pasar Klojen) ada yang Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu, tapi di pasar di Malang yang lain itu bisa Rp 80 ribu. Apa artinya? KAD, Kerja Sama Antar Daerah, ini menjadi penting untuk melakukan langkah-langkah mitigatif dan antisipatif bersama terkait potensi inflasi,” paparnya.

Di sisi lain, Khofifah memastikan harga komoditas lain terpantau stabil, bahkan ada yang menurun. Harga cabai keriting, cabai merah, dan bawang putih terpantau standar. Harga telur cenderung sedikit turun, dan daging ayam turun Rp 500. Harga daging sapi yang biasanya naik menjelang Ramadan dan Idulfitri, terpantau tidak mengalami kenaikan pada momen Iduladha ini.

Saat ditanya mengenai pembelian cabai dan tomat dengan jumlah yang berbeda-beda di beberapa pedagang, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengecek kualitas dan harga di lapangan.

“Ada different quality, makanya kemudian juga different price. Kawan-kawan bisa lakukan tanpa bermaksud membanding-bandingkan,” jelasnya.

Mengenai daya beli masyarakat, Khofifah mengatakan bahwa data resminya tetap mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui setiap hari Selasa. Namun, berdasarkan pantauan empirisnya dari pasar ke pasar serta kunjungan ke pusat peternakan di Nganjuk, Mojokerto, Tuban, dan Bojonegoro, aktivitas ekonomi masyarakat terpantau sangat baik.

“Saya tanya (ke pedagang), ‘Rame nggak pasarnya?’ Alhamdulillah rame. Di empat pusat peternakan, mereka menyebut rata-rata penjualan hewan kurban meningkat 30%. Saya melihat positive thinking-nya adalah warga Jawa Timur ini semangat beribadahnya luar biasa,” ungkapnya.

Di akhir kunjungannya, Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola Pasar Klojen yang berhasil memadukan konsep pasar basah tradisional dengan destinasi wisata kuliner.

“Ini pasar yang indah, kombinasi yang sangat produktif sehingga pasar tradisional ini bisa menarik wisatawan, bahkan sebagian besar dari luar Malang dan luar Jawa Timur. Ini bisa menjadi referensi inovasi bagi bupati atau wali kota yang lain, saya rasa Klojen ini luar biasa,” pungkas Khofifah. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *