MALANG, BERITAKATA.id – Transformasi digital membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Hal ini dibuktikan oleh Muhammad Azmi (35), pemilik usaha Rengginang Kencana asal Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Melalui ketekunannya memanfaatkan platform e-commerce Shopee, ia sukses mengerek penjualan produk lokalnya hingga sempat menembus 1.000 bungkus pesanan dalam sehari belum lama ini.
Langkah Azmi membesarkan Rengginang Kencana bermula dari tekadnya meneruskan usaha keluarga yang telah berjalan sejak 2020. Mantan kuli bangunan yang juga pernah bekerja sebagai koki di kapal ini melihat adanya keterbatasan pada sistem penjualan tradisional.
“Awal mula bisnis rengginang ini dari pihak keluarga sudah ada, tapi metode pemasarannya masih manual dari toko ke toko. Lakunya sedikit. Terus saya kepikiran, kalau orang lain bisa jualan di Shopee, kenapa saya tidak bisa? Akhirnya tahun 2022 saya mulai jualan online,” ungkap Azmi saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/4/2026).
Keputusannya membuka Toko Rengginang Kencana Official Store di Shopee pada tahun 2022 tidak langsung membuahkan hasil instan. Pada masa awal, pesanan yang masuk hanya berkisar satu hingga dua bungkus dalam sepekan.
Namun, dengan belajar secara otodidak, Azmi mulai memahami celah pemasaran digital. Titik balik kesuksesan Rengginang Kencana terjadi ketika Azmi mengoptimalkan fitur Affiliate Marketing Solution dari Shopee.
Ia menggandeng sejumlah kreator konten atau afiliator untuk memasarkan produknya melalui fitur siaran langsung (atau live).
“Strategi saya sebenarnya tidak banyak, saya cuma memanfaatkan afiliasi dan live ekstra buat para afiliator. Kita kasih komisi di angka 7 sampai 10 persen dari setiap produk yang terjual. Pengaruhnya sangat besar, hampir 50 persen penjualan didapatkan dari afiliator,” jelasnya.
Sejak bergabung dengan Shopee, omzet Rengginang Kencana mengalami peningkatan hingga 50 persen secara umum. Angka tersebut meledak pada momen Ramadan, tepatnya sepanjang Maret 2026, di mana penjualan meningkat hingga 20 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
“Puncaknya pas Ramadan kemarin, satu hari bisa tembus 1.000 pesanan per hari. Saya sampai kaget, sempat takut kalau ini penipuan,” tutur Azmi.
Meningkatnya permintaan pasar membuat kapasitas produksi Rengginang Kencana kini menyentuh angka 3 ton per bulan. Sebagai catatan, satu ton bahan baku dapat menghasilkan sekitar 3.000 bungkus rengginang.
Pertumbuhan bisnis ini berdampak langsung pada perekonomian sekitar. Saat ini, Azmi mempekerjakan 10 warga setempat yang rata-rata berusia di atas 50 tahun.
Sebagai sentra produksi rengginang terbesar di Kabupaten Malang yang telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bupati Malang, menjadikan Desa Sambigede memiliki banyak perajin serupa.
Namun, keunggulan produk rengginang milik Azmi yakni inovasi dengan menawarkan tujuh varian rasa, diantaranya bawang, terasi, udang, cumi, ikan, pandan, dan ketan hitam manis. Varian terasi tercatat sebagai produk yang paling diminati pembeli.
“Keunggulan kita ada di rasa. Variannya lebih banyak dan bumbunya lebih kuat dibandingkan yang lain,” tambahnya.
Rengginang buatan Azmi dijual dengan harga ecer Rp24.000 setiap bungkus. Sementara itu, untuk agen atau reseller dengan minimal pembelian 300 bungkus dibanderol seharga Rp12.000 setiap bungkus. Saat ini, jaringan reseller Rengginang Kencana telah menjangkau Sidoarjo, Surabaya, Kalimantan, hingga Papua.
Meskipun laju bisnisnya melesat tajam, Azmi mengakui masih ada sejumlah kendala krusial dalam operasional produksi. Kenaikan harga bahan baku ketan dari Rp16.000 menjadi Rp20.000 setiap kilogram cukup menekan margin keuntungan.
Selain itu, proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari juga menjadi hambatan untuk keinginannya memperbesar kapasitas produksi.
“Kalau cuaca panas, penjemuran butuh 3 sampai 4 hari. Sebenarnya kami butuh alat pengering atau oven berskala besar, tetapi terus terang saya terkendala modal. Sementara ini, saya mengandalkan perputaran uang dari DP (Down Payment) agen dan memanfaatkan fitur Shopee Pinjam untuk modal tambahan bahan baku,” pungkasnya.












