SURABAYA, BERITAKATA.id – Gas bumi dinilai memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pasokan energi dan menjadi jembatan menuju pemanfaatan energi baru terbarukan 100% untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
Hal itu disampaikan President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, dalam sesi ilmiah “Strategi Percepatan Transisi Energi Melalui Energi Bersih (PLTG/PLTGU)” di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
“Dalam perjalanan transisi menuju energi bersih harus ada jembatan sebelum penggunaan EBT hingga 100%. Gas bumi memiliki posisi bagus sebagai jembatan transisi energi. Emisinya lebih rendah dibanding batu bara, dan harga relatif lebih moderat dibanding langsung 100% pindah ke EBT,” ujar Fazil.
Menurutnya, tantangan utama sektor ketenagalistrikan nasional adalah memenuhi pertumbuhan permintaan yang seiring dengan target pertumbuhan ekonomi. Mengacu pada RUPTL 2025–2034, Indonesia membutuhkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034 untuk mengimbangi industrialisasi dan urbanisasi.
Di tengah kebutuhan besar tersebut, PT Paiton Energy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan Energy Trilemma: keberlanjutan lingkungan, keterjangkauan tarif, dan keamanan pasokan. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) disebut sebagai solusi “clean energy bridge”.
Data yang dipaparkan menunjukkan PLTGU memiliki efisiensi termal hingga 60% dan mampu menekan emisi CO2 hingga 50% lebih rendah dibanding PLTU batu bara. Turbin gas juga bersifat fleksibel dengan kemampuan fast ramping sekitar 10 MW per menit, sehingga dinilai ideal untuk menstabilkan intermitensi pembangkit surya dan angin di sistem Jawa-Bali.
Berdasarkan pemodelan operasional, penerapan teknologi Combined Cycle Power Plant (CCPP) berpotensi menurunkan intensitas emisi CO2 rata-rata sebesar 34%. Angka itu dapat naik hingga 51% jika ekosistem co-firing amonia di PLTU dan hidrogen di PLTGU sudah siap di masa depan.
Fazil menyebut pencapaian target NZE 100% EBT memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat. Ia mencontohkan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah potensial untuk percepatan investasi infrastruktur energi hijau.
PT Paiton Energy merupakan Independent Power Producer pertama dan terbesar di Indonesia. Komposisi pemegang sahamnya terdiri dari Medco Daya Energi Sentosa sebagai mayoritas, RATCH Group, dan Nebras Power. ig/fa












