Harga Ayam Potong dan Telur di Pasar Besar Kota Malang Naik, Diduga Imbas Berjalannya Kembali Program MBG

Ayam potong.

MALANG, BERITAKATA.id – Harga komoditas ayam potong dan telur ayam di Pasar Besar Kota Malang terpantau mengalami kenaikan, terpantau pada Senin (20/7/2026). Kenaikan harga kedua bahan pokok ini diduga kuat merupakan dampak dari kembali bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai libur sekolah yang memicu lonjakan permintaan di tengah masyarakat.

Berdasarkan pantauan dan wawancara di lokasi, kenaikan harga ini telah berlangsung selama satu pekan terakhir dan berdampak pada pola konsumsi pembeli serta penjualan para pedagang.

Pedagang ayam potong di Pasar Besar Kota Malang, Hamidah, membenarkan adanya kenaikan harga ayam potong. Ia mengatakan, bahwa kenaikan harga terjadi beriringan dengan pelaksanaan kembali program MBG.

“Harga ayam naik sudah semingguan sejak MBG jalan lagi. Biasanya harga berada di Rp 28.000, kemudian bertahap naik ke Rp 30.000, lalu Rp 33.000, dan sekarang mencapai Rp 35.000 per kilogram,” ungkap Hamidah pada Senin (20/7/2026).

Kenaikan harga ayam potong ini memberikan dampak langsung terhadap pembelian pada konsumen. Hamidah menjelaskan, bahwa banyak pelanggan yang menyiasati kenaikan harga dengan mengurangi porsi belanja.

Pembeli yang biasanya mengonsumsi satu kilogram ayam potong, saat ini rata-rata hanya membeli setengah kilogram.

“Berpengaruh, biasanya orang beli satu kilogram sekarang hanya setengah kilogram,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Hamidah mengambil langkah aman untuk stok barang dagangan. Ia terpaksa mengurangi jumlah persediaan ayam harian untuk meminimalisasi risiko kerugian.

“Saya stok sehari tidak berani ambil banyak. Kalau harga sedang turun atau murah, biasanya saya sedia 25 ekor. Sekarang saya hanya ambil 15 ekor saja sehari karena takut tidak laku,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas telur ayam. Fenggar, salah satu pedagang telur ayam di Pasar Besar Kota Malang, mencatat adanya selisih kenaikan harga sebesar Rp 3.000 per kilogram dalam kurun waktu sepekan terakhir.

“Harga telur ayam sekarang naik menjadi Rp 26.000 per kilogram. Sebelumnya, harga masih berada di angka Rp 23.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah berlangsung selama satu minggu,” papar Fenggar.

Terkait penyebab kenaikan harga, Fenggar menduga hal tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan tingginya minat pembeli. Permintaan telur di pasar diduga mengalami peningkatan tajam, sementara pasokan barang yang masuk tidak terlalu banyak. Ia juga mengaitkan kondisi ini dengan selesainya masa libur sekolah.

“Mungkin permintaannya yang meningkat, tetapi barangnya di pasar tidak banyak. Waktu libur sekolah kemarin, kemungkinan tidak banyak yang mengonsumsi telur,” tambahnya.

Meskipun harga setiap kilogram mengalami kenaikan, Fenggar mengaku bahwa penjualan telurnya tidak terdampak. Penjualan telur ayam di lapaknya cenderung stabil, dengan rata-rata penjualan mencapai 10 kilogram setiap dua hari.

“Kalau saya stabil, tidak tahu dengan pedagang lainnya, karena tentu berbeda, saya itu dua hari rata-rata 10 kilo terjual,” katanya. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *