Fitur Unggulan Aplikasi Gaspro Cetar Perkasa Resmi Diluncurkan di Kota Probolinggo

Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin melaunching secara simbolis aplikasi GASPRO CETAR PERKASA.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kota Probolinggo kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui peluncuran inovatif aplikasi GASPRO CETAR PERKASA (Cegah, Tindak Perundungan dan Kekerasan pada Satuan Pendidikan).

Peluncuran resmi berlangsung dalam rangkaian kegiatan Museum Harmoni 2025 di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (10/5/2025).

Transformasi digital ini merupakan hasil kolaborasi solid antara tim IT Disdikbud dan para guru IT berkompeten yang berdedikasi tinggi. Aplikasi ini hadir sebagai solusi modern untuk mencegah dan menindak kasus perundungan serta kekerasan di lingkungan sekolah secara cepat, akurat, dan terstruktur.

Dalam momen bersejarah tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, secara simbolis menekan tombol digital di hadapan ribuan masyarakat yang memadati acara, menandai resmi dimulainya penggunaan GASPRO CETAR.

Dirancang berbasis web dengan framework modern CodeIgniter 4 berbasis PHP, aplikasi ini menawarkan keunggulan ringan dan keamanan tingkat tinggi.

Kepala Disdikbud menjelaskan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan aplikasi GASPOR CETAR PERKASA.

Kemudahan akses bagi pihak sekolah, guru BK, hingga orang tua siswa menjadi salah satu keunggulan utama, memastikan seluruh stakeholder dapat mengawasi dan menanggapi potensi kekerasan secara efektif.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, aplikasi ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian tenaga pendidik terhadap keselamatan psikologis anak-anak di sekolah.

Melalui sistem yang terintegrasi dan user-friendly, GASPRO CETAR diharapkan mampu mengurangi bahkan menghapus praktik kekerasan dan perundungan yang selama ini sulit terpantau.

“Kami berharap, lingkungan belajar di Kota Probolinggo menjadi tempat yang benar-benar aman dan nyaman untuk anak-anak. Aplikasi CETAR akan menjadi alat bantu vital bagi para pendidik dan seluruh stakeholder pendidikan,” ujar Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah, dalam peluncuran yang dihadiri berbagai kalangan di Museum Probolinggo.

Dengan inovasi ini, Probolinggo menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman dan bebas dari kekerasan. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *