MALANG, BERITAKATA.id – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang melakukan pemeliharaan berkala serta penggantian pompa secara bertahap pada 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna menjaga keandalan distribusi air bersih dalam jangka panjang. Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerusakan mesin pompa yang masa operasionalnya sudah melebihi sepuluh tahun, sehingga perusahaan dapat menghindari gangguan layanan yang terjadi secara mendadak.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., mengatakan bahwa pemeliharaan terencana ini dilakukan agar masyarakat mempunyai kesempatan menyiapkan cadangan air.
“Kami memilih melakukan maintenance preventif sebelum terjadi kerusakan. Dengan jadwal yang terencana, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan airnya. Kami juga menyiapkan berbagai langkah pendampingan agar dampak pekerjaan dapat diminimalkan. Prinsip kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang,” ujar Priyo Sudibyo pada Rabu (4/11/2026).
Proses pengerjaan di setiap lokasi SPAM memerlukan waktu sekitar 29 jam secara keseluruhan, mulai dari pengangkatan perangkat pompa lama sampai pengujian unit pompa yang baru dipasang. Rangkaian kegiatan ini dimulai dari pengangkatan pompa pada hari pertama pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, dilanjutkan stabilisasi sumur dalam sampai pukul 09.00 WIB keesokan harinya.
Petugas kemudian melanjutkan perawatan sumur serta pemeriksaan lubang sumur pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, pemasangan kembali pompa hingga pukul 15.00 WIB, serta uji coba pengoperasian mesin hingga pukul 21.00 WIB. Setelah mesin kembali bekerja, aliran air tidak langsung normal karena jaringan pipa yang sempat kosong harus melalui proses pembuangan udara terjebak atau flushing menggunakan perangkat air release valve. Proses ini membutuhkan waktu setidaknya lima jam sebelum mencapai pelanggan di wilayah terjujung atau berelevasi tinggi.
Titik pertama pelaksanaan pemeliharaan ini berlokasi di Sumur Tidar 1 yang terletak di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, yang dimulai pada 5 November 2026 pukul 16.00 WIB dan ditargetkan rampung proses normalisasinya pada 6 November 2026 pukul 21.00 WIB. Selama pekerjaan di Sumur Tidar 1 berlangsung, pelanggan di sejumlah kawasan berisiko mengalami penurunan tekanan air atau bahkan terhentinya aliran sementara, yang meliputi wilayah Candi, Ranakah, Bukit Tanggul, Kwoka, Telaga Bodas, Puncak Trikora, Puncak Himawan, Esberg, Puncak Esberg, Puncak Tidar, Terminal, Gunung Agung, Salahutu, Gamalama, Kalingkang, Latimojong, Sihabu-habu, Malenggang, Sekicau, Juwet Barat, Puncak Mandala, Kendang, Ratah Tiga, Lokon, Raya Tidar, Tidar, Tinombala, Kaluta, Meratus, Tambora, Kalbat, Jaya Giri, Kinabalu, Lompo Batang, Malino, Mandala Wangi, Taman Agung, Soputan, Bukit Barisan, Dieng, Sanggabuana, Burangrang, Gading, Halimun, Arak-arak, Galunggung, Pisang Candi, Rajabasa, Singgalang, Sibayak, Sinabung, Leuser, Klampok Kasri, Bondowoso, hingga Kasri.
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pengerjaan, Tugu Tirta memberlakukan lima langkah mitigasi pelayanan secara terpadu. Langkah pertama berupa sosialisasi langsung melalui program Sapa Warga di wilayah kelurahan terdampak. Langkah kedua adalah membangun koordinasi intensif melalui grup komunikasi bersama para Ketua RW guna mempercepat penyebaran informasi perkembangan pekerjaan. Langkah ketiga melibatkan rekayasa jaringan melalui pengoptimalan pengaturan distribusi air dari sumber alternatif untuk menekan cakupan wilayah yang terdampak. Langkah keempat memastikan seluruh tahapan pengerjaan diselesaikan secara tepat waktu sesuai jadwal resmi. Langkah kelima adalah menyiagakan armada tangki air gratis di berbagai titik strategis dan kelurahan untuk membantu warga yang membutuhkan pasokan air darurat.
Pelanggan diimbau agar segera menampung air secukupnya sebelum batas waktu penghentian pompa dimulai. Jika persediaan air habis di tengah proses pengerjaan, warga dapat memanfaatkan layanan tangki air gratis dengan menghubungi nomor WhatsApp 0811-3550-800 dengan estimasi pengiriman sekitar satu jam tergantung antrean. Segala bentuk aduan maupun permohonan informasi juga dapat disampaikan melalui layanan pesan WhatsApp TANIA di nomor 0811-7550-800, atau dipantau secara mandiri melalui aplikasi Tugu Tirta Connect di Google Play serta akun Instagram resmi @perumdatugutirta.
Adapun keseluruhan agenda pemeliharaan 13 titik SPAM ini dijadwalkan secara bertahap mulai akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027. Setelah Sumur Tidar 1, pemeliharaan berikutnya akan menyasar Sumur Joyoagung 1 di Merjosari pada 16 November 2026, disusul Sumur Tidar 2 pada 19 November 2026, Sumur Joyoagung 2 pada 26 November 2026, serta Sumur Tidar 4 pada 3 Desember 2026. Agenda berlanjut ke Sumur Bandulan pada 21 Desember 2026, Sumur Supiturang 2 pada 22 Desember 2026, Sumur Dieng 2 pada 4 Januari 2027, Sumur Mulyorejo 2 pada 7 Januari 2027, serta Sumur Bulutangkis di Tasikmadu pada 12 Januari 2027. Sementara itu, tiga titik terakhir meliputi Sumur Juwet 1, Sumur Juwet 2, dan Sumur Dieng 1 dijadwalkan menyusul dengan waktu pemberitahuan lebih lanjut. Pihak manajemen Tugu Tirta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan kualitas dan keandalan aliran air minum dapat terus dirasakan masyarakat pada masa mendatang. (NP/PAS)
Reporter: Nugraha Perdana












