MALANG, BERITAKATA.id – Pertandingan lanjutan Super League 2026/2027 mempertemukan antara tuan rumah Arema FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/10/2026) sore. Laga yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah Arema FC sukses mengejar ketertinggalan di babak kedua.
Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal babak pertama. Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui sundulan Matias Ernesto Ocampo Ornizun yang memanfaatkan umpan matang dari Moussa Sidibe. Unggul satu gol, Bhayangkara terus menekan dan memperbesar keunggulan menjadi 0-2 pada menit ke-31 lewat tendangan keras Milan Ristovski.
Tertinggal dua gol, Arema FC meningkatkan intensitas serangan. Tim berjuluk Singo Edan sempat menciptakan peluang melalui umpan Ahmad Maulana pada menit ke-43 dan tendangan bebas Hansamu Yama Pranata pada menit ke-45, namun belum bisa dikonversi menjadi gol.
Arema FC juga sempat mengajukan protes penalti ketika bola mengenai tangan pemain Bhayangkara di area terlarang dalam situasi game on. Namun, setelah wasit Sance Lawita meninjau Video Assistant Referee (VAR), diputuskan bahwa tidak ada pelanggaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-2 untuk keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Memasuki babak kedua, pelatih Arema FC memasukkan gelandang Arkhan Fikri untuk menambah daya gedor. Perubahan taktik ini membuat Arema FC mampu menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali mengurung lini pertahanan lawan.
Pada menit ke-51, Arema memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 melalui sontekan Marcos Vinicius setelah menerima operan dari Careca. Delapan menit berselang, tepatnya pada menit ke-59, Arema sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat sundulan Samuel Otusanya yang menyambut tendangan bebas Marcos Vinicius.
Selama jalannya pertandingan pada babak kedua, baik Arema dan Bhayangkara melakukan penyegaran skuad. Bhayangkara memasukkan Firza Andika, Anton Soejberg, dan Nehar Sadiki, sementara Arema menurunkan Arkhan Fikri, Mauro Zijlstra, Gustavo Franca, dan Leo Guntara.
Bhayangkara sempat mencetak gol pada menit ke-82 ke gawang Arema yang dikawal Adi Satryo, tetapi dianulir wasit karena posisi pemain berada dalam posisi offside. Hingga tambahan waktu lima menit di babak kedua berakhir, skor tetap bertahan imbang 2-2.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, mengakui laga berjalan sangat sulit. Ia menyebut 10 menit pertama timnya bermain baik sebelum kehilangan energi, dan ia bertanggung jawab penuh atas situasi tertinggal di babak pertama.
“Di jeda pertandingan, kami mengubah susunan dan pendekatan taktik. Perubahan utama dari mengejar ketertinggalan dan hampir membalikkan keadaan adalah perubahan sikap serta postur mental grup terhadap jalannya pertandingan,” ujar Marcos Santos pada Sabtu (10/10/2026).
Meski tidak sepenuhnya puas karena mengincar kemenangan, Marcos mengapresiasi mentalitas timnya yang tidak mudah menyerah. Terkait absennya Dewangga dan Betinho karena cedera, ia terpaksa memasang Hansamu Yama di babak pertama dan Arkhan Fikri di babak kedua untuk mengatasi kelelahan lini tengah.
“Dewangga dan Beto mengalami cedera, itulah sebabnya mereka tidak ada dalam daftar. Kami tidak memiliki opsi gelandang bertahan yang spesifik saat itu, jadi kami memilih memasukkan Hansamu Yama di babak pertama kami telah melatihnya dan di babak kedua memasukkan Arkan Fikri karena pemain lini tengah kami sudah kelelahan,” katanya.
Marcos juga menyoroti kinerja wasit, khususnya terkait insiden VAR dan beberapa pelanggaran yang luput dari kartu merah. Kendati demikian, ia menegaskan timnya akan terus berjuang.
“Sulit, saya rasa dia melewatkan beberapa pelanggaran dan kartu untuk pemain Bhayangkara yang seharusnya bisa berujung pada kartu merah. Dia terlalu lama memberikan kartu. Tapi yang terpenting adalah insiden penalti, jika VAR memanggil, itu artinya ada intervensi dan kontak bola dengan tangan pemain lawan yang jelas, namun penalti tidak diberikan atau bahkan pelanggaran tidak dipanggil. Itu kurang bagus, tapi kami tidak menyerah dan terus berjuang,” ungkapnya.
Pelatih Kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, melihat hasil imbang ini dari dua sisi yang berbeda. Sisi positifnya adalah tim memperpanjang tren tidak terkalahkan hingga pekan keempat melawan tim yang berat. Namun, secara negatif, ia kurang puas karena timnya sempat mendominasi dan unggul dua gol sebelum Arema bangkit.
Menanggapi keberhasilan Arema menyamakan kedudukan, Bruzon menjelaskan bahwa timnya menerapkan pertahanan middle block. Namun, masuknya dua pemain tambahan dari Arema membuat struktur pertahanan Bhayangkara terlalu ke dalam dan kesulitan meredam tekanan.
“Arema adalah tim yang baik dan efisien, terutama saat merebut bola dan melakukan vertical attack. Poin positif ini membuat kami semakin percaya diri menghadapi sisa musim setelah melewati jadwal awal yang berat,” kata Bruzon.
Terkait keputusan wasit, Bruzon memilih untuk tidak berkomentar dan lebih memilih fokus mengevaluasi kesalahan internal timnya, khususnya konsistensi lini belakang dalam mengantisipasi transisi menyerang dan bola mati dari lawan.
“Terkait kinerja wasit, saya tidak akan berkomentar apa pun soal wasit. Lebih baik saya mengomentari kesalahan tim saya sendiri, melihat bagaimana Arema itu efektif dan dibandingkan dengan kita yang kurang dan saya rasa itu bukan ranahnya saya untuk berkomentar soal wasit,” ujarnya. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












