Hampir Sebulan Mengaspal, Tingkat Keterisian Angkot Pelajar Gratis Kota Malang Capai 80 Persen

Salah satu Angkot Pelajar Gratis.

MALANG, BERITAKATA.id – Program Angkutan Pelajar Gratis di Kota Malang, Jawa Timur yang telah berjalan sejak awal September 2026 menunjukkan hasil yang positif. Hampir sebulan mengaspal, tingkat keterisian penumpang kendaraan khusus murid sekolah ini rata-rata mencapai 80 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk melayani mobilitas siswa pada jam berangkat dan pulang sekolah. Puluhan armada dikerahkan setiap harinya untuk menjangkau 15 rute di seluruh wilayah Kota Malang.

“Mengenai jumlah atau load factor-nya, tingkat keterisiannya itu 80 persen. Terisi (hampir) semua,” ujar Widjaja saat ditemui pada Senin (21/9/2026).

Sebagai penanda resmi, setiap kendaraan yang tergabung dalam program ini dilengkapi dengan stiker khusus. Selain itu, puluhan angkot ini juga dipasangi teknologi Global Positioning System (GPS) agar pergerakan armada di jalan dapat dipantau secara langsung (real-time).

Terkait sistem kerja sama dengan para sopir angkot, Widjaja menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Malang menerapkan sistem pembelian layanan.

“Kita itu beli layanan melalui koperasi angkutan,” jelasnya.

Untuk memastikan fasilitas gratis ini tepat sasaran, Dishub Kota Malang menerapkan sistem pengawasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpang selain pelajar yang memanfaatkan layanan angkot tersebut.

“Setiap hari ada dokumentasinya. Difoto sama pengemudinya,” ungkap Widjaja terkait sistem verifikasi penumpang pelajar di lapangan.

Dalam pelaksanaannya selama beberapa pekan terakhir, Widjaja tidak menampik adanya sedikit kendala teknis. Namun, ia memastikan kendala tersebut langsung ditangani dan armada tetap beroperasi normal.

“Sempat (ada kendala teknis), tidak apa-apa, tapi bisa teratasi. Tidak ada masalah,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai peningkatan sistem pengawasan armada menggunakan kamera pengawas atau CCTV di dalam angkot, Widjaja mengatakan rencana tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Oh tidak, belum. Itu butuh biaya nanti. Kita nanti lihat tahun depan lah,” pungkasnya. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *