Terima Bantuan Parpol Rp999 Juta, Gerindra Kota Malang Fokuskan Anggaran untuk Pendidikan Politik

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Malang menerima dana Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun 2026 sebesar Rp999.480.000 untuk periode delapan bulan.

MALANG, BERITAKATA.id – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Malang menerima dana Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun 2026 sebesar Rp999.480.000 untuk periode delapan bulan. Serah terima dana tersebut dilakukan dalam acara Penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun 2026 di Ruang Sidang Balai Kota Malang pada Jumat (18/9/2026).

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang yang juga Anggota DPR RI, Moreno Soeprapto, menjelaskan bahwa besaran dana tersebut dihitung berdasarkan perolehan suara sah partai pada pemilu sebelumnya. Dengan jumlah perolehan 66.632 suara sah dan nilai bantuan sebesar Rp15.000 setiap suara, Gerindra menerima alokasi dana hampir mencapai satu miliar rupiah.

Moreno menjelaskan, penggunaan dana bantuan ini akan difokuskan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan prioritas utama pada program pendidikan politik.

“Kita dapat sebesar Rp999.480.000. Ini harus dipertanggungjawabkan bersama-sama. Dan kami, Partai Gerindra, harus bisa memaksimalkan untuk kegiatan, terutama pendidikan politik,” tegas Moreno usai acara penyerahan di Balai Kota Malang, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, turunnya bantuan keuangan dari pemerintah ini akan dijadikan pendorong bagi seluruh jajaran pengurus partai untuk turun ke bawah.

“Itu menjadi pemecut buat kami, beserta kader-kader Gerakan Indonesia Raya untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat, dan juga di internal kami melakukan pendidikan politik bersama kader-kader Partai Gerindra,” ujarnya.

Terkait arah pendidikan politik yang akan diberikan, Moreno menyampaikan, dana bantuan ini akan digunakan untuk menyosialisasikan aturan demokrasi dan mencerdaskan pemilih.

“Salah satunya tentang terkait pragmatis dalam demokrasi, terus sosialisasi peraturan undang-undang demokrasi. Kita sistemnya pemilihan langsung, nah pemilihan langsung itu juga harus dicerdaskan si calon pemilih-pemilih ini. Mulai dari pemilih pemula hingga pemilih yang sudah melaksanakan beberapa kali pemilu; dari pilpres, pilkada, dan juga pileg,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang juga pebalap nasional ini juga berpesan agar program partai tidak hanya berjalan secara internal, tetapi juga harus menggandeng masyarakat luas. Ia menilai keberhasilan pendidikan politik membutuhkan kolaborasi dua arah.

“Saya mengajak masyarakat juga ikut berpartisipasi. Karena partai tanpa dukungan dan juga keterlibatan masyarakat itu (harus) saling berkolaborasi,” pungkas Moreno. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *