Raih Gelar Doktor di UMM, Mantan Menhan Timor Leste Tekankan Implementasi Tentara ‘Self Defense Force’

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Timor Leste, Julio Tomas Pinto

MALANG, BERITAKATA.id – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Timor Leste, Julio Tomas Pinto, resmi menyandang gelar Doktor setelah menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (14/2/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan lainnya.

Dalam sidang tersebut, Julio memaparkan disertasinya yang berjudul Profissionalismo Militar Híbrido: Sintesis Sosiologi Militer Transformasi FALINTIL ke FALINTIL-Força de Defesa de Timor Leste (F-FDTL). Penelitian Julio berfokus pada transisi militer Timor Leste dari pasukan gerilya menjadi angkatan bersenjata yang profesional.

“Ini presentasi disertasi tentang transformasi militer gerilya ke militer profesional dengan studi kasus di Timor Leste. Alhamdulillah tadi sudah memutuskan untuk memuaskan hasilnya,” ujar Julio usai sidang pada Sabtu (14/2/2026).

Julio mengungkapkan alasannya memilih UMM sebagai tempat menempuh studi doktoral. Selain faktor ikatan emosional sebagai alumni, ia menilai UMM memiliki kredibilitas tinggi dalam rumpun ilmu sosial.

“Saya ini dosen di beberapa universitas. Ini (UMM) salah satu universitas yang kita katakan Green University. Saya dulu alumni di sini dan saya tahu persis bahwa Muhammadiyah punya peranan penting untuk mendorong ilmu-ilmu sosial,” jelasnya.

Julio menegaskan bahwa hasil penelitiannya bisa memiliki implikasi penting bagi pembangunan institusi militer di negara demokratis Timor Leste. Ia menekankan bahwa tentara Timor Leste harus profesional dan steril dari kepentingan politik praktis serta bisnis.

“Negara demokratis itu ingin membangun tentara profesional yang tidak terlibat dalam politik, tidak terlibat dalam bisnis, tidak terlibat dalam hal-hal yang bukan tugasnya. Maka dia hanya fokus kepada pertahanan,” tegas Julio.

Terkait hubungan dengan Indonesia, Julio menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara tetangga bisa memiliki kontribusi dalam proses profesionalisasi tentara Timor Leste melalui kerja sama bilateral yang erat.

Sebagai mantan Menhan, Julio juga memberikan masukan strategis mengenai pertahanan Timor Leste saat ini. Ia menekankan bahwa implementasi militer Timor Leste harus berlandaskan pada prinsip pertahanan diri atau self defense, bukan kekuatan ofensif, mengingat posisi Timor Leste sebagai negara kecil.

“Kita kan sudah ditulis dalam undang-undang pertahanan kita (Timor Leste) bahwa tentara kita itu self defense. Jadi dia itu adalah tentara self defense force. Bahwa tentara hanya untuk pertahanan, bukan ofensif,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan diplomasi harus menjadi ujung tombak strategi negara.

“Karena kita ini negara kecil, harus diplomasi atau soft power itu yang ditonjolkan. Saya kira sistem pertahanan seperti itu yang kita inginkan,” tambah Julio.

Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Julio Tomas Pinto. Ia menilai topik disertasi yang diangkat sangat strategis karena membahas transformasi organisasi secara mendalam.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Julio Tomas Pinto dan pimpinan Program Pascasarjana, Profesor Doktor Syamsul Arifin, karena telah berhasil mengantarkan mahasiswanya untuk mencapai gelar doktor di bidang ilmu Sosiologi,” ujar Prof. Nazaruddin.

Menurut Prof. Nazaruddin, studi tentang reformasi militer ini relevan dengan kebutuhan sebuah bangsa untuk meletakkan strategi pembangunan yang berkesinambungan.

“Sebuah negara yang akan maju, sebuah bangsa yang akan maju, itu perlu secara detail meletakkan strategi pada setiap estafet dan kesinambungan tahapan. Sebagaimana tadi diungkapkan di disertasi itu, bagaimana me-reform militer dari semula tentara gerilya menjadi tentara profesional,” lanjutnya.

Prof. Nazaruddin juga menekankan bahwa tantangan terbesar transformasi bangsa terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan misi UMM untuk melahirkan pemimpin di berbagai bidang.

“Kualitas sumber daya manusia itulah nanti yang akan mengantarkan proses transformasi menuju bangsa yang maju akan lebih cepat. Itu adalah misi UMM mengantarkan setiap mahasiswa menjadi pemimpin,” pungkas Prof. Nazaruddin. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *