Dianggarkan Miliaran Rupiah, DPRD Kota Malang Kawal Ketat Pembangunan Puskesmas Bareng di Jalan Bondowoso

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi.

MALANG, BERITAKATA.id – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang memastikan akan mengawal ketat proses relokasi dan pembangunan gedung baru Puskesmas Bareng. Fasilitas kesehatan yang semula berada di dalam gang sempit Jalan Bareng Tenes 4A ini akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif di Jalan Bondowoso.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, mengatakan bahwa pemindahan ini merupakan kebutuhan mendesak yang telah direncanakan sejak lama.

Lokasi lama dinilai menyulitkan aksesibilitas masyarakat, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat karena kendaraan roda empat atau ambulans tidak dapat masuk hingga ke depan puskesmas.

“Untuk Puskesmas Bareng, pemindahan itu sebetulnya sudah merupakan program lama. Terutama saya yang berdekatan dengan Puskesmas Bareng itu tahu persis beratnya orang untuk berobat ke sana,” ujar Arief saat ditemui pada Selasa (3/2/2026).

Arief mengungkapkan bahwa usulan pemindahan ini sebenarnya telah ia suarakan sejak tahun 2009. Namun, realisasi rencana tersebut kerap tertunda karena kendala ketersediaan lahan.

Kesepakatan baru tercapai pada tahun 2025 setelah Pemerintah Kota Malang mendapatkan aset lahan yang memadai di Jalan Bondowoso. Meskipun akses di lokasi lama terbatas, Arief mencatat antusiasme masyarakat untuk berobat tetap tinggi.

Puskesmas tersebut melayani warga dari empat kelurahan, yakni Kelurahan Bareng, Kasin, Sukoharjo, dan Gading Kasri.

“Masyarakat senang, karena kalau masuk ke Puskesmas Bareng (lama) itu kan kesulitan, harus berjalan cukup jauh. Kalau toh dalam kondisi sehat tidak apa-apa, tetapi banyak yang dalam kondisi sakit itu harus naik becak. Sehingga antusias masyarakat cukup baik (terhadap pemindahan ini),” jelas politisi PKB ini.

Terkait progres pembangunan, Arief memastikan anggaran untuk proyek ini telah tersedia dalam APBD Tahun 2026. Ditargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai pada awal tahun ini.

“Tahun 2026 ini anggarannya sudah tersedia, sehingga insyaallah pada tahun ini akan dibangun, 2027 selesai. Kemungkinan di 2027 pertengahan puskesmas itu sudah bisa beroperasi di lokasi yang baru,” terangnya.

Ia juga mendesak Dinas Kesehatan Kota Malang selaku leading sector untuk memprioritaskan proyek ini.

“Didahulukan. Pembangunannya didahulukan di awal-awal anggaran ini. Dan insyaallah Maret-April sudah mulai dikerjakan, walaupun berproses untuk merobohkan bangunan yang ada di sana,” tambah Arief.

Dalam perencanaan Detail Engineering Design (DED), DPRD Kota Malang meminta agar Puskesmas Bareng yang baru tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat, tetapi juga ramah terhadap pengunjung. Salah satu poin penting yang dikawal dewan adalah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Untuk hal-hal teknis sebetulnya kami terus mengawal, termasuk DED-nya, bahkan kami minta adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sebagian lahan yang akan dibangun itu, seperti adanya tempat bermain anak atau playground,” papar Arief.

Pihaknya berharap dengan fasilitas yang lebih lengkap dan akses yang lebih mudah, pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Bareng dan sekitarnya dapat meningkat signifikan dibandingkan saat menempati bangunan lama yang didirikan sejak era Inpres tahun 1980-an tersebut.

Untuk mencegah buruknya kualitas bangunan seperti atap bocor atau kerusakan dini yang kerap terjadi pasca pembangunan proyek fasilitas publik, Arief menegaskan bahwa alokasi dana sebesar Rp 8 miliar dinilai cukup untuk menjamin mutu bangunan.

“Saya kira tidak lah (kualitas buruk), karena anggarannya cukup, Rp 8 miliar include semuanya. Itu anggaran yang cukup besar sehingga kualitas bangunan memang akan terus kami kawal agar image negatif atas pembangunan puskesmas atau sekolahan itu terhindarkan,” tegasnya. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *