MALANG, BERITAKATA.id – Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo disalurkan dan mulai beroperasi di jalanan Kota Malang, Jawa Timur pada Selasa (20/1/2026). Bantuan ini diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata heritage sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak yang selama ini kesulitan bersaing dengan moda transportasi modern.
Bagi para penerima, bantuan ini menjadi titik balik setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi penurunan pendapatan. Seperti yang dirasakan Mokhtar (60), warga Jalan Muharto Gang V yang telah menarik becak sejak 1986, mengaku sangat terbantu.
Sebelumnya, ia harus menggunakan becak motor (bentor) milik anaknya untuk mencari nafkah.
“Jujur, saya ini kadang dapat uang, kadang enggak. Kadang sehari hanya dapat Rp 20 ribu karena kalah bersaing dengan ojek online. Untuk kebutuhan sehari-hari saja terus terang tidak cukup,” ungkap Mokhtar pada Selasa (20/1/2026).
Terkait teknis operasional, Mokhtar menyatakan kesiapannya untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan, meski ia sempat mengkhawatirkan daya listrik di rumahnya yang tidak mampu mengisi baterai becak listrik.
Namun, pernyataan Ketua GSN mengenai rencana penyediaan fasilitas colokan listrik di pangkalan-pangkalan becak menjadi solusi yang diharapkannya.
“Rasanya senang sekali, mudah-mudahan bisa buat cari nafkah setiap hari. Kalau nanti dijadikan bagian pariwisata, saya bersyukur sekali,” kata Mokhtar.
Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letnan Jenderal Purnawirawan Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pribadi Presiden Prabowo terhadap rakyat kecil. Ia memastikan pengadaan bantuan ini tidak menggunakan dana APBN.
“Becak listrik ini bantuan Pak Presiden, tidak dipungut biaya satu perak pun, murni gratis. Semua bantuan dari Pak Prabowo yang lewat Yayasan GSN adalah dari kantong pribadi beliau, bukan dari APBN,” tegas Teguh Arief saat memberikan sambutannya pada Selasa (20/1/2026).
Teguh menyampaikan, bahwa distribusi becak listrik secara nasional dilakukan bertahap dengan memprioritaskan lansia. Dari total populasi 80 ribu pengemudi becak di Indonesia, sebanyak 10 ribu unit telah diproduksi pada 2025.
Sedangkan, untuk tahun 2026 dan 2027, telah dipesan 70 ribu unit tambahan ke PT Pindad agar seluruh pengemudi becak mendapatkan bantuan serupa. Selain itu, ia juga mengingatkan para penerima agar merawat unit dengan baik dan tidak menjualnya.
Ia menyarankan agar para pengemudi memanfaatkan pelatihan teknis yang disediakan agar memahami cara penggunaan baterai dan pemeliharaan motor listrik.
“Jangan pernah minder, sekolahkan anak setinggi mungkin agar bisa menjadi pejabat. Becak ini dikemudikan sangat ringan dan bebas emisi. Jika nanti sudah tidak kuat menarik, boleh diturunkan ke anaknya, tapi tidak boleh dijual,” pesan Teguh.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik bantuan ini sebagai instrumen penguatan ekonomi dan pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa becak listrik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana Kota Malang tanpa polusi suara.
“Pangsa pasar becak listrik ini kita prioritaskan untuk mendukung pariwisata. Turis asing yang tinggal di hotel banyak menggunakan becak karena mereka lebih menikmati hawa dan suasana lokasi pariwisata secara langsung. Dengan basis listrik, ini lebih ramah lingkungan dan cocok dengan topografi Malang yang naik-turun,” jelas Wahyu.
Guna mencegah konflik operasional, Pemerintah Kota Malang tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) dan membentuk paguyuban di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Malang. Langkah ini diambil agar keberadaan becak listrik tidak tumpang tindih dengan ojek daring (ojol).
Wahyu juga merencanakan penyediaan fasilitas pengisian daya (charging) gratis melalui kerja sama CSR dengan PLN. Ia juga menambahkan, bahwa kehadiran transportasi ramah lingkungan ini mendukung status Kota Malang sebagai kota dengan udara terbersih di Asia Tenggara.
“Clean air ini akan semakin baik karena didukung becak listrik. Ini langkah nyata pengurangan emisi menuju sistem transportasi berkelanjutan,” katanya.
Wahyu juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Para pengemudi diwajibkan menggunakan helm, mematuhi aturan lalu lintas, serta dilarang menggunakan becak listrik untuk mengangkut barang berat demi menjaga keselamatan dan ketahanan armada dalam jangka panjang. ig/nn












