Meski Tak Lagi Gratis, Animo Bus Trans Jatim di Malang Tetap Ramai

Bus Trans Jatim Gajayana Koridor 1 Malang.

MALANG, BERITAKATA.id – Layanan bus Trans Jatim kini telah menerapkan tarif normal dan tidak lagi gratis atau bertarif promo. Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melihat bahwa antusiasme masyarakat untuk menggunakan moda transportasi publik tersebut tidak surut.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah penumpang saat ini membuktikan penggunaan Trans Jatim bukan lagi sekadar euforia masa promosi beberapa waktu lalu, melainkan telah bergeser menjadi kebutuhan pokok transportasi masyarakat.

“Kalau menurut pengamatan kami, masyarakat ini sudah bukan menjadi euforia saja daripada saat masih gratis. Ternyata ini nampak sebagai kebutuhan,” ujar Widjaja pada Rabu (3/12/2025).

Indikator tingginya kebutuhan tersebut terlihat dari tingkat keterisian penumpang di dalam bus. Widjaja menyebutkan bahwa load factor atau tingkat pengisian kursi penumpang masih sangat tinggi.

“Tingkat load factor atau pengisian kursi penumpang itu hampir dikatakan 80 sampai 90 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa angka keterisian tersebut terjadi hampir di setiap armada bus, yang menandakan masyarakat sangat antusias terhadap kehadiran Trans Jatim. Merespons tingginya animo masyarakat, Dishub Kota Malang berkomitmen untuk terus mendukung operasional Trans Jatim.

Langkah strategis yang disiapkan adalah penyediaan angkutan pengumpan atau feeder untuk memastikan konektivitas antar moda transportasi.

“Yang jelas kita tetap mendukung dengan menyediakan yang namanya feeder,” kata Widjaja.

Menurutnya, keberadaan feeder berfungsi sebagai pendukung keberhasilan transportasi publik dengan menyambungkan satu moda angkutan dengan moda lainnya. Hal ini bertujuan agar kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan Trans Jatim menjadi lebih optimal, sekaligus memberdayakan angkutan kota (angkot).

“Sehingga kemudahan masyarakat untuk memanfaatkan kendaraan yang namanya Trans Jatim ini lebih optimal, begitu juga angkutan kotanya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, bus Trans Jatim Koridor I di Malang dengan nama Gajayana diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (20/11/2025) lalu. Rute yang dilewati dari Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang hingga Terminal Kota Batu dengan melewati puluhan titik pemberhentian.

Selama 7 hari hingga Rabu (26/12/2025), penumpang bus Trans Jatim digratiskan. Selanjutnya, tarif masyarakat umum dikenakan Rp 5.000 setiap orang dan Rp 2.500 untuk pelajar/ mahasiswa. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *