Bupati Probolinggo Buka Bakti Sosial Gelaran Dinkes dan 16 Organisasi Profesi Kesehatan, Diikuti 3.045 Pelajar di Genggong

Kepala Dinkes dr Hariawan memberikan cenderamata kepada Bupati Proboliggo dalam perayaan HKN Ke-61.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id — Dalam momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan melakukan gebrakan dengan menggelar kegiatan besar yang melibatkan 16 organisasi profesi kesehatan.

Acara ini menjadi yang pertama kalinya mereka bersinergi dalam satu agenda bersama demi memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Bupati Probolinggo Gus Haris berpose bersama 16, organisasi profesi kesehatan di Ponpes Zainul Hasan Genggong.

Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Minggu (9/11/2025). Lebih dari 3.045 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga mahasiswa, mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi promotif serta preventif.

Bupati Probolinggo M. Haris membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan dr Hariawan Dwi Tamtomo dan pimpinan organisasi profesi kesehatan.

Pembukaan bakti sosial dilakukan dengan pemberian cenderamata oleh Kepala Dinkes kepada Bupati, dan pelepasan burung merpati ke udara.

Bakti sosial gelaran Dinkes dan 16 organisasi diikuti ribuan pelajar.

Bupati Haris mengatakan, pihaknya ingin pelayanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo ada akselerasi penyelesaian persoalan stunting, angka kematian ibu, dan kematian bayi.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena sinergi Dinkes dan 16 organisasi profesi melalui kegiatan ini bisa menangani persoalan kesehatan secara bersama-sama,” tegas Bupati.

Bupati berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Bupati menargetkan, puskesmas nanti tidak hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi dan literasi hidup sehat. Gus Haris membayangkan puskesmas yang ramah keluarga, lengkap dengan mini playground, kafe, dan layanan terapi seperti rendaman kaki rempah-rempah dan musik terapi.

Petugas memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak.

Lebih jauh, Gus Haris berencana menginisiasi pilot project puskesmas di pinggir jalan raya dan di pelosok desa dengan konsep layanan yang inovatif ini. Ke depan semua puskesmas harus menerapkan konsep serupa agar pelayanan kesehatan dan pencegahan stunting bisa lebih optimal.

Selain itu, Bupati juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, IPM Kabupaten Probolinggo sudah naik ke posisi ke-12 dari sebelumnya di urutan kelima terbawah. Harapannya, dengan upaya yang terus dilakukan, dalam empat tahun ke depan, Kabupaten Probolinggo bisa masuk 10 besar.

“Kolaborasi antara puskesmas dan rumah sakit sangat penting, serta percepatan penanganan masalah stunting dan angka kematian ibu dan bayi. Saya mengingatkan agar pelayanan di tingkat kecamatan harus cepat dan efektif, dengan camat berperan sebagai “CEO” yang mengkoordinasi semua pihak,” jelas Bupati.

Anak-anak peserta bakti sosial melakukan sikat gigi bersama.

Tak lupa, Bupati mengingatkan perlunya edukasi pranikah agar anak-anak perempuan mendapatkan pengetahuan yang cukup sebelum menikah, guna menurunkan angka kelainan dan gangguan kesehatan lainnya.

Di akhir acara, Gus Haris mengajak masyarakat untuk membiasakan gaya hidup sehat, seperti jalan kaki dan menjaga kebersihan. Rencananya akan dibangun komunitas “happy work, happy walking” di setiap kecamatan, lengkap dengan jogging track dan trotoar ramah difabel.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi ini, Gus Haris berharap Kabupaten Probolinggo bisa menjadi contoh daerah yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah, terutama dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Salah satu kegiatan utama adalah bakti sosial di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. “Alhamdulillah, hari ini luar biasa karena sinergi dari 16 organisasi profesi dan dua rumah sakit, baik daerah maupun swasta, berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.045 santri dan guru. Mereka mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, termasuk penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mata, dan kesehatan gigi dan mulut. Penambahan tablet penambah darah, dan senam perwatusi. Selain itu, ada skrining kesehatan menggunakan mobile ektrik untuk mendeteksi dini kasus tuberkulosis (TBC).

Hariawan berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran remaja putri tentang pentingnya kesehatan sejak dini. Pencegahan dimulai dari remaja putri agar mereka siap menjadi ibu di masa depan. Rangkaian kegiatan juga meliputi pemeriksaan calon pengantin secara gratis, sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengatasi stunting.

“Jika ada yang perlu penanganan, langsung dilakukan follow-up agar kesehatan mereka tetap terjaga. Semoga, dari kegiatan ini, anak-anak dan remaja di Probolinggo semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini sebagai langkah awal memastikan bahwa ibu hamil di Kabupaten Probolinggo dalam kondisi sehat saat kehamilan pertama, sehingga proses persalinan dan kelahiran dapat berjalan lancar dan aman.

Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sri Wahyu Utami, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat. Tujuannya, menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting di daerah setempat.

“Ini bukan hanya penyuluhan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis yang sesuai program nasional, termasuk pemeriksaan kesehatan reproduksi remaja dan skrining tuberkulosis (TB),” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, kegiatan ini merupakan cerminan dari semangat sinergi yang selalu digelorakan oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris. “Bupati selalu menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi. Dengan bersinergi, kita bisa membangun Kabupaten Probolinggo yang lebih sehat,” tegasnya.

Sebanyak 16 organisasi profesi seperti IDI, PPNI, HAKLI, PTGMI, PDGI, PATELKI, PERSAGI, PARI, PAFI, IFI, IBI, PORMIKI, IROPIN, PERWATUSI, IAI, dan PPKMI turut berpartisipasi. Tidak hanya itu, hadir pula Forum Komunikasi Profesi Sehat (FKPS), dua rumah sakit daerah, dan empat rumah sakit swasta.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan gizi, mata, skrining TB, serta edukasi kesehatan reproduksi dan JKN-BPJS. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi sikat gigi massal yang diikuti lebih dari 600 anak, sebagai bagian dari program edukasi pencegahan stunting dan penanaman kebiasaan hidup bersih sejak dini.

Tenaga kesehatan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga aktif memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja dan mahasiswa. Sementara itu, petugas bidang rekam medik menyampaikan informasi terkait kebijakan JKN dan peran BPJS Kesehatan di era digital.

Wahyu menegaskan, kegiatan ini akan menjadi awal dari program berkelanjutan yang akan menyasar lembaga pendidikan dan pondok pesantren lainnya di Kabupaten Probolinggo. Diharapkan, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas dan berdampak jangka panjang.

Rangkaian kegiatan HKN yang mengusung tema Hari Nasional Generasi Sehat Anak Hebat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan mengumpulkan data dan rekomendasi dari berbagai organisasi profesi.

Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan layanan kesehatan dan pembangunan program kesehatan di Kabupaten Probolinggo.

“Ini menjadi momentum penting untuk membangun generasi sehat dan hebat dari usia dini,” tutup Wahyu. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *