Tata Kelola Kesehatan Pamekasan Diakui Jatim, Pemkab Raih Predikat Terbaik dalam Perencanaan SDM Kesehatan

Pemkab Pamekasan Buktikan Tata Kelola Kesehatan Makin Kuat, SDMK Terbaik Pertama Jatim

PAMEKASAN, BERITAKATA.id-Penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan mendapat pengakuan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Bukan hanya soal jumlah fasiilitas, pemerintah daerah dinilai berhasil membangun perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang lebih terukur sehingga kebutuhan tenaga medis dapat disiapkan sesuai kondisi pelayanan masyarakat, Rabu (18/6/2026).

Capaian tersebut ditandai dengan penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Kesehatan sebagai perencana SDMK terbaik pertama tingkat Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam agenda yang berlangsunh di Surabaya.

Prestasi tersebut sekaligus menempatkan Pamekasan di atas 37 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. Dalam penilaian tersebut, Kota Surabaya berada di posisi kedua, disusul Kabupaten Bojonegoro pada peringkat ketiga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin mengatakan, capaian tersebut menjadi hasil dari proses perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang dilakukan secara sistematis dan menyesuaikan kebutuhan pelayanan di lapangan.

“Nah, Pamekasan itu perencanaan kebutuhan tentang SDMK terbaik dibanding 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Nomor dua Surabaya, dan nomor tiga Bojonegoro,” ujarnya.

Menurut Saifudin, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan tenaga kesehatan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah. Perencanaan juga mencakup kebutuhan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu.

Ia menjelaskan, pengelolaan SDMK menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Sebab, ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kebutuhan akan menentukan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi kebutuhan SDMK kita itu kan harus akuntabel berdasarkan perencanaan yang matang, terkait pelayanan yang disediakan oleh puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Itu perencanaannya ada di dinkes, dan kita dianggap perencanaan kebutuhan kita benar, rapi,” katanya.

Saifudin menambahkan, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemkab Pamekasan dalam memperbaiki tata kelola kesehatan secara berkelanjutan.

Menurutnya, perencanaan tenaga kesehatan harus dilakukan secara tepat agar tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan layanan dengan jumlah tenaga yang tersedia di fasilitas kesehatan.

“Memang harus benar perencanaannya. Kalau salah, nanti bisa kurang tenaga kesehatan kita,” pungkasnya.

Melalui capaian tersebut, Pemkab Pamekasan berharap penguatan sistem kesehatan daerah dapat terus berjalan, terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang didukung oleh tenaga kesehatan yang cukup, tepat, dan sesuai kebutuhan. ig/an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *