PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan dasar dengan menyiapkan pengisian jabatan kepala puskesmas secara definitif di sejumlah wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan lebih stabil dan optimal, Senin (22/6/2026).
Saat ini, dari total 21 puskesmas yang berada di Kabupaten Pamekasan, sebanyak 12 puskesmas telah memiliki kepala puskesmas definitif. Sementara sembilan lainnya masih dipimpin oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan bahwa proses percepatan pengisian jabatan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan.
“Ada sembilan kepala puskesmas yang saat ini masih PLT. Yang definitif baru 12 dari total 21 puskesmas. Kami targetkan tahun ini semuanya rampung,” ujar Kholilurrahman.
Menurutnya, keberadaan pimpinan definitif di setiap puskesmas penting untuk menjaga kesinambungan program kesehatan, termasuk dalam pengambilan kebijakan dan pengelolaan pelayanan masyarakat.
Bupati menilai kepala puskesmas memiliki peran strategis karena menjadi penggerak utama berbagai program kesehatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga di wilayah kerja masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin menjelaskan pihaknya telah mengajukan proses pengisian jabatan kepala puskesmas definitif pada bulan ini. Tahapan tersebut dilakukan dengan menyiapkan calon-calon yang dinilai memenuhi ketentuan.
“Sekitar sembilan sampai sepuluh posisi kepala puskesmas masih dijabat PLT. Kami sudah melakukan proses pengajuan agar segera ditetapkan definitif oleh bupati,” kata Saifudin.
Ia menyebut beberapa puskesmas yang masih menunggu pengisian jabatan definitif berada di sejumlah wilayah, di antaranya Bandaran, Teja, Kowel, Galis, hingga Batumarmar.
Saifudin memastikan proses pengusulan berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, masing-masing puskesmas telah memiliki figur yang dinilai layak untuk mengemban amanah tersebut.
Namun, penentuan kepala puskesmas tidak hanya mempertimbangkan aspek administrasi maupun kepangkatan. Kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat juga menjadi perhatian utama.
Menurut Saifudin, karakter pelayanan puskesmas berbeda dengan fasilitas kesehatan lainnya karena tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam gedung, tetapi juga menjalankan berbagai program kesehatan berbasis masyarakat.
“Persyaratan paling penting itu kemampuan bersosial dengan masyarakat. Karena tugas puskesmas ini banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat di luar gedung, jadi kepala puskesmas harus mampu menjalin komunikasi yang baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepala puskesmas dituntut memiliki kemampuan manajerial sekaligus pendekatan sosial agar program kesehatan dapat diterima dan berjalan efektif di tengah masyarakat.
Melalui percepatan pengisian jabatan tersebut, Pemkab Pamekasan berharap seluruh puskesmas memiliki kepemimpinan yang kuat sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin maksimal, responsif, dan mampu menjangkau kebutuhan warga di seluruh wilayah. ig/an












