PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan kiprahnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan sanitasi.
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan peningkatan layanan, Disperkim membuktikan kinerja terbaiknya dalam mendorong kesadaran masyarakat dan stakeholder untuk berperan aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi pemenuhan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang digelar di Aula RM Kebon Pring Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Senin (14/7/2025), menjadi bukti nyata dedikasi Disperkim dalam menegakkan legalitas bangunan.
Kepala Disperkim Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, menyampaikan bahwa upaya ini tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan PAD dari sektor retribusi bangunan dan layanan sanitasi.
“Dengan sosialisasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk mengurus PBG dan SLF semakin meningkat. Hal ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dari sektor retribusi bangunan dan layanan sanitasi,” ujar Roby.
Dengan diikuti 90 peserta dari berbagai OPD, camat, dan perwakilan perusahaan swasta, kegiatan ini menegaskan bahwa Disperkim mampu menjalin sinergi efektif dengan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha.
Penjelasan lengkap mengenai proses pengajuan dokumen dan manfaatnya, serta pembagian banner informasi layanan yang dipasang di 24 kecamatan, menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses adalah prioritas utama.
Tak hanya berhenti di situ, Disperkim juga menunjukkan keberhasilannya dalam mengelola layanan sedot tinja melalui program L2T2 (Layanan Lumpur Tinja Terjadwal).
Pendataan ulang pelanggan yang sedang dilakukan, terutama di kalangan ASN, OPD, dan perusahaan swasta, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mengurangi potensi pencemaran air tanah.
“Kami akan melakukan pendekatan langsung kepada karyawan perusahaan swasta agar mereka dapat menggunakan layanan sedot tinja terjadwal. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan lingkungan serta mengurangi potensi pencemaran air tanah,” tukas Roby.
Roby Siswanto menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan sosialisasi ini akan menjadi fondasi untuk terus menyempurnakan sistem pelayanan di masa depan. Dukungan penuh dari seluruh stakeholder, termasuk masyarakat, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Disperkim Kabupaten Probolinggo, melalui kinerja terbaik dan inovatifnya, membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang sehat dan legal sesuai aturan.
Langkah nyata ini menjadi inspirasi bahwa sinergi dan komitmen kuat mampu membawa perubahan positif demi kemakmuran dan keberlanjutan Kabupaten Probolinggo. ig/fa












