DEPOK, BERITAKATA.id – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa setiap menu dalam program makan bergizi gratis (MBG) dirancang sesuai standar gizi seimbang, dengan tetap memperhatikan potensi dan ketersediaan bahan baku lokal.
Dilansir dari rri.co.id, Meutya Hafid menyampaikan bahwa program MBG mengutamakan unsur karbohidrat, sayuran, dan protein di setiap sajian.
Meskipun ada standar umum, menu yang disediakan tidak bersifat seragam di seluruh Indonesia. Pemerintah memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan makanan dengan sumber daya lokal yang ada.
“Prinsipnya, makanan dalam program MBG harus memenuhi unsur gizi seperti nasi, karbohidrat, sayur, dan protein. Namun, menunya tidak harus sama di seluruh wilayah. Kami mempertimbangkan kekuatan lokal di setiap daerah,” ungkap Meutya saat memantau pelaksanaan program MBG di SDN 5 Cilangkap, Kota Depok, Jawa Barat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa daerah dengan potensi peternakan tertentu akan memanfaatkan sumber daya tersebut sebagai komoditas utama dalam program MBG. Jika terdapat kekurangan, pasokan akan didukung oleh daerah terdekat.
“Misalnya, jika daerah tersebut memiliki keunggulan di peternakan ayam, maka ayam yang akan diserap. Begitu pula jika ada potensi peternakan sapi. Kita akan mengoptimalkan kearifan lokal dalam menentukan menu makanan,” jelas Meutya. ig/fat












