Hari Pangan Sedunia 2024, Kolaborasi dengan Kelompok Tani Lokal

aset beritakata.id
Ilustrasi.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo akan menggelar sejumlah program untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2024, dengan fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan inovasi di sektor pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, mengungkapkan bahwa salah satu kegiatan utama adalah lomba tingkat provinsi yang berorientasi pada penghargaan peduli ketahanan pangan.

Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk mendorong peningkatan ketersediaan pangan di daerah. Dalam program ini, dinas akan berkolaborasi dengan tiga kelompok tani besar (gapoktan) yang memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Selain itu, lomba inovasi cipta menu non-beras juga akan diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal. Lomba ini mengakomodir konsep B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman) dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan.

“Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerja sama dengan satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang juga terlibat dalam pengembangan produk pangan lokal,” kata Yahyadi, Senin (14/10/2024).

Dinas Ketahanan Pangan melihat bahwa kelompok tani di Kabupaten Probolinggo menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan produksi pangan.

Beberapa di antaranya adalah akses terhadap teknologi pertanian, keterbatasan sumber daya finansial, perubahan iklim, serta akses ke pasar.

Tantangan lainnya termasuk kurangnya pelatihan, ketersediaan pupuk dan benih berkualitas, masalah infrastruktur, dan kerusakan lahan akibat praktek pertanian yang kurang berkelanjutan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dinas telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian dan pelaku bisnis, guna memberikan dukungan yang lebih baik bagi kelompok tani lokal.

Beberapa langkah strategis yang telah diambil oleh Dinas Ketahanan Pangan meliputi peningkatan akses terhadap teknologi pertanian modern, penyediaan dana pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta subsidi pupuk dan benih unggul.

Selain itu, program adaptasi perubahan iklim telah diinisiasi melalui kerja sama dengan BMKG, yang membantu petani dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem dengan menyediakan varietas tanaman tahan kekeringan dan banjir.

Dinas juga memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan efisien.

Upaya lain yang dilakukan adalah memfasilitasi akses pasar bagi kelompok tani melalui pemasaran digital dan kerja sama dengan industri pengolahan.

“Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk membangun jalan usaha tani, sistem irigasi, serta gudang penyimpanan hasil panen,” imbuh Yahyadi. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *