PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI Jawa Timur Mahmud Suhermono mengatakan, media massa memiliki peran penting dalam Pilkada Kota Probolinggo 2024, utamanya memerangi informasi hoaks.
Itu disampaikan Mahmud dalam Media Gathering Peran Media Dalam Melawan Hoaks, Ujaran Kebencian dan SARA yang digelar Bawaslu Kota Probolinggo, Jumat (11/10/2024).
"Media massa menjadi rujukan dalam mengecek informasi benar dan hoaks," tukas Mahmud di hadapan puluhan wartawan.
Menurut Mahmud, informasi di media sosial bukanlah berita, melainkan informasi. Sedangkan berita di media massa merupakan sebuah berita dan produk pers karena melalui verifikasi dan konfirmasi.
"Itulah perbedaan media pers dan media sosial," jelas Mahmud.
Mahmud meminta media massa mengikuti Peraturan KPU, terutama penayangan iklan pasangan calon yang sudah diatur.
Anggota Bawaslu Kota Probolinggo Putut Gunawarman menekankan, media memiliki peran penting dalam pengawasan partisipatif untuk memastikan Pemilihan Serentak 2024 berjalan lancar.
“Media perlu terus memantau dan menyampaikan informasi yang akurat untuk mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat merusak integritas pemilu,” ujarnya.
Putut menegaskan bakal menggelar evaluasi bersama antara Bawaslu dan stakeholders terkait pada saat rapat koordinasi (rakor) mendatang.
Evaluasi ini mencakup temuan jumlah alat peraga kampanye yang melanggar serta kegiatan kampanye tatap muka dan dialog yang menyalahi aturan.
"Dengan keterlibatan aktif media dan koordinasi antar-lembaga, diharapkan Pemilihan Serentak 2024 dapat berlangsung dengan damai, jauh dari ancaman hoaks, ujaran kebencian, dan SARA yang dapat memecah belah masyarakat," pungkas Putut. ig/fa












