PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-665 resmi ditutup oleh Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis dan disaksikan oleh ribuan masyarakat di Alun-Alun Kota Probolinggo, Sabtu (7/9/2024) malam.
Penutupan tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan disemarakkan berbagai hiburan penampilan seni dan budaya, termasuk musikalisasi puisi, barongsai, tarian adat, hingga pementasan Kadarkum (Kadang Sadar Kadang Kumat) dengan kostum bergaya era tahun 80-an yang beranggotakan kepala organisasi perangkat daerah atau OPD.
Para kepala perangkat daerah itu menyanyikan lagu Rhoma Irama berjudul Mirasantika untuk menyosialisasikan kepada warga akan bahaya minuman keras dan narkotika. Nyanyian dibalut dengan komedi sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat.
Selain penampilan budaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian hadiah untuk berbagai lomba yang telah diadakan selama rangkaian acara.
Para kepala peragkat daerah tampil dengan pakaian tahun 80-an di depan Pj Wali Kota Probolinggo.
Warga kota Probolinggo turut antusias menyaksikan beragam pertunjukan yang sudah menghibur warga.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Ar Rozy, sebuah inovasi layanan kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo.
Dalam pidatonya, Nurkholis mengajak seluruh warga Probolinggo untuk bersyukur atas keberagaman budaya yang dimiliki kota ini.
"Kota Probolinggo memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Sri Rajasanagara Hayam Wuruk pada abad ke-14," jelasnya.
Peringatan hari jadi kota mengacu pada catatan dalam Kitab Negarakertagama yang mencatat kunjungan Hayam Wuruk ke wilayah Banger, yang kini dikenal sebagai Probolinggo.
Selama sebulan terakhir, berbagai kegiatan telah diadakan untuk memperingati Hari Jadi ke-665 Kota Probolinggo, mulai dari pentas seni pelajar, gelar produk UMKM, kontes burung berkicau, aksi bergizi serentak, hingga pawai budaya. Acara-acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian kota.
Pj Wali Kota Nurkholis menutup rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-665 dengan memukul gong.
Nurkholis mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi selama kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp 2,17 miliar.
"Peningkatan ekonomi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga dan memperkuat sektor ekonomi lokal, seperti UMKM yang berpartisipasi aktif dalam acara ini," ujar Nurkholis.
Dengan semangat kebersamaan dan apresiasi terhadap sejarah serta budaya, Hari Jadi ke-665 Kota Probolinggo diharapkan menjadi momen penting dalam membangun kota yang lebih maju dan sejahtera di masa depan. ig/fat/**












