PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Suasana berbeda tampak dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Kota Probolinggo. Pasalnya, suruh peserta rapat menggunakan pakaian adat Nusantara. Bahkan, pembawa acara menggunakan bahasa pendalungan atau Jawa dan Madura selama rapat paripurna berlangsung.
Bukan tanpa sebab. Rapat paripurna itu bersifat istimewa.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-665 Kota Probolinggo pada Kamis (5/9/2024).
Acara ini diawali dengan suguhan tarian adat yang disambut antusias oleh para hadirin rapat sebelum memasuki ruang rapat.
Rapat paripurna ini dihadiri oleh Forkopimda dan jajaran kepala OPD Kota Probolinggo.
Rapat paripurna kali ini nampak berbeda, sebab semua hadiri rapat mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Nusantara.
Tak hanya itu, master of ceremony (MC) rapat paripurna kali ini menggunakan bahasa daerah, yakni Jawa dan Madura.
Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD sementara, Fernanda Zulkarnain.
Ia memulai rapat dengan ucapan selamat Hari Jadi Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, Fernanda berharap peringatan hari jadi Kota Probolinggo ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Probolinggo.
“Kami atas nama pimpinan sementara mengucapkan Dirgahayu Kota Probolinggo yang ke-665. Semoga momen ini menjadi penguat persatuan dan kesatuan kita semua,” ujar Fernanda.
Fernanda juga menekankan pentingnya sinergi untuk mewujudkan Probolinggo yang maju dan sejahtera.
Di sela-sela rapat, ditampilkan refleksi pembangunan Kota Probolinggo dari masa ke masa, menampilkan capaian di berbagai sektor seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan bantuan sosial.
Penjabat (Pj) Wali Kota Probolinggo, Nurkholis dalam sambutannya menyebutkan bahwa momen Hari Jadi ini harus menjadi evaluasi bagi semua pihak untuk menciptakan peradaban yang lebih maju dan adil.
Ia menyoroti perubahan signifikan yang dialami Kota Probolinggo, termasuk pengurangan lahan hijau dan meningkatnya aktivitas penduduk.
"Perubahan ini harus diantisipasi dengan bijak melalui pemulihan kualitas lingkungan," ujar Nurkholis.
Ia menekankan pentingnya regenerasi berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan kesadaran lingkungan demi menjaga keseimbangan ekosistem kota.
Nurkholis juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas kota menjelang Pilkada, agar Probolinggo tetap aman dan damai.
Fernanda juga menegaskan komitmen DPRD untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada mendatang.
"Kami di DPRD, meskipun berasal dari berbagai partai, berkomitmen menjaga keamanan dan kedamaian di Kota Probolinggo," ungkapnya.
Ia juga meminta kepada Pj Wali Kota untuk memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada, guna mencegah potensi keributan. ig/fat












