Disporapar Kota Malang Catat Pendapatan Retribusi Sarana Olahraga Capai Setengah Miliar Lebih

MALANG, BERITAKATA.ID – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat penerimaan retribusi sarana olahraga mencapai setengah miliar lebih atau Rp 644 juta. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi SPd, SE, M.Si pada Senin (2/9/2024). 

Dia mengatakan, total target retribusi sarana olahraga pada tahun 2024 ini yakni Rp 850 juta. Angka itu setelah adanya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Pemkot Malang 2024.

"Alhamdulillah, retribusi sarana olahraga sampai dengan perjalanan bulan Juli tahun 2024 ini sudah mencapai 78 persen dari target Rp 650 juta, sehingga di dalam perubahan APBD itu kami ditambah target Rp 200 juta, sehingga targetnya tahun 2024 mencapai Rp 850 juta," kata Baihaqi, Senin (2/9/2024). 

Dijelaskannya, bahwa perolehan retribusi sarana olahraga yang signifikan karena dipengaruhi adanya pembaruan layanan transaksi. 

"Kita sekarang sudah menggunakan QIRIS, artinya sudah non tunai, itu untuk menekan (korupsi, red), tanda kutip, untuk memaksimalkan penerimaan," katanya. 

Selain pembayaran non tunai, penyewa sarana olahraga juga bisa tidak bertatap muka secara langsung untuk mengurus administrasi penyewaan. Yakni melalui aplikasi SIMBAH-E adalah sistem online yang memungkinkan warga Kota Malang untuk menyewa fasilitas olahraga yang dikelola Pemkot Malang. 

"Kita juga sedang meningkatkan aplikasi SIMBAH-E sistem pembayaran online itu, sehingga warga, masyarakat, komunitas, pelanggan yang mau menggunakan stadion atau sarana olahraganya tidak perlu berhadapan langsung, cukup dengan menggunakan SIMBAH-E itu," katanya. 

Beberapa sarana olahraga yang menjadi favorit penyewa yaitu GOR Ken Arok, Kolam Renang Stadion Gajayana dan Stadion Gajayana. Di GOR Ken Arok saja untuk menyewa sehari yang digunakan event bertiket seharga Rp 2 juta.

"GOR Ken Arok setelah kita bangun, kita rehab, ini banyak event-event besar di sana, termasuk kemarin ada proliga, kemudian kejuaraan-kejuaraan karate tingkat nasional, provinsi itu banyak sekali di sana, itu bisa mengangkat penerimaan retribusi," katanya. 

Selain itu, terdapat sarana olahraga lainnya yang disewakan oleh Pemkot Malang. Diantaranya, lapangan Tenis Jalan Surabaya, lapangan sepak bola Arjosari, Sampo dan Sanan Sari. 

"Tapi kalau untuk kegiatan-kegiatan masyarakat yang sifatnya sosial, mereka itu ya, karena kami masih belum bisa memberikan fasilitas yang terbaik, maka tetap harus bisa menjaga kebersihan, tapi untuk fasilitas sosial ya enggak usah bayar," katanya.ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *