BERITAKATA.id – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menetapkan bahwa Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau 1 Muharram jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024.
Dengan demikian, malam pergantian tahun dimulai sejak masuk waktu Maghrib pada Sabtu (6/7/2024), mengingat pergantian hari dalam penanggalan Hijriah terjadi selepas Maghrib.
Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun
Membaca doa akhir tahun menjelang pergantian tahun baru Hijriah memiliki keutamaan bagi umat Islam. Di antaranya adalah mendapatkan perlindungan Allah SWT dari fitnah dan tipu daya setan, serta ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa yang dilakukan sepanjang tahun sebelumnya. Doa ini menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali perbuatan yang telah dilakukan dan memohon ampunan serta perlindungan dari Allah SWT.
Waktu Membaca Doa Akhir Tahun Hijriah
Doa akhir tahun ini dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah. Doa dibaca sebanyak tiga kali selepas Ashar. Hal ini dikarenakan pergantian tahun dalam kalender Islam terjadi selepas Maghrib.
Kapan Membaca Doa Akhir Tahun Hijriah 2024?
Berdasarkan konversi kalender Masehi ke Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1446 H jatuh pada 7 Juli 2024. Dengan demikian, hari terakhir Dzulhijjah jatuh pada 6 Juli 2024. Maka doa akhir tahun ini dapat dilafalkan oleh umat muslim pada Sabtu, 6 Juli 2024, selepas Ashar.
Doa Akhir Tahun
Berikut adalah teks doa akhir tahun yang bisa dilafalkan:
Teks Arab
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. يَا اللهُ، مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي بِكَرَمِكَ، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِنْ عَمَلٍ تُقَبِّلُهُ وَتَرْضَاهُ وَتَوَعَّدْتَنِي عَلَيْهِ بِالثَّوَابِ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ، يَا كَرِيمُ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Artinya:
“Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan selama tahun ini berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala. Saya mohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad sekeluarga dan para sahabatnya,". ig/fat












