PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kementerian Luar Negeri angkat topi kepada Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis, yang telah memberikan dukungan luar biasa bagi Kementerian Luar Negeri.
Diketahui, sebanyak 30 orang peserta diklat Sesparlu (Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri) berada di Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Selama hampir 4 hari berada di Kota Probolinggo, 30 diplomat peserta Diklat Sesparlu telah melakukan kajian mendalam terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Probolinggo, baik tentang perekonomian, perdagangan, investasi, lingkungan dan tata kelola pemerintahan.
Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis meminta kajian dari peserta Diklat untuk menjadi solusi bagi Kota Probolinggo.
“Tolong saya diceritakan. Apa yang sudah dikaji untuk kebaikan kota kami. Saya yakin kehadiran para peserta diklat disini adalah bagian dari solusi," kata Nurkholis, Kamis (6/6/2024).
Nurkholis juga mengapresiasi karena pihaknya telah difasilitasi untuk berkomunikasi dengan Kedutaan Indonesia di Belanda dan salah satu perusahaan di Belanda.
“Mudah-mudahan menjadi harapan kita semua, ada yang netes. Sehingga akan semakin memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kota Probolinggo,” harapnya.
Sementara, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Mohammad Kurniadi Koba mengatakan bahwa di setiap kunjungan (visitasi) tidak hanya berkaitan menggali potensi saja. Tetapi juga perlu rekomendasi dan akhirnya netes.
30 diplomat peserta Diklat Sesparlu tersebut dibagi menjadi 3 kelompok dengan sub tema yang berbeda-beda.
Kelompok pertama fokus pada masalah pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Kemudian kelompok 2 fokus pada masalah lingkungan hidup dan keberlanjutan. Dan yang kelompok ketiga fokus pada tata kelola pemerintahan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kota Probolinggo.
“Sampah itu sebagai sumber (waste as a source). 1 limbah kontainer elektronik itu masih ada emas, nikel, tembaga dan sebagainya, itu masih bisa ditambang lagi. Insyaallah netes. Kemudian di kelompok berikutnya, pelaku UMKM yang jadi besar karena google, ini menarik karena berhasil mengorek ilmunya. Kalau masalah ikan, ini adalah potensi yang udah jelas netesnya,” ujar Kurniadi.
Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Mohammad Kurniadi Koba mengungkapkan Kota Probolinggo menjadi pilihan yang tepat untuk dikunjungi karena dukungan dari Penjabat Wali Kota Probolinggo yang sangat luar biasa.
Menurutnya, tidak semua kepala daerah memiliki pemahaman akan pentingnya membuat sebuah networking dengan teman-teman di luar negeri.
“Terima kasih kepada para kepala perangkat daerah yang telah mendampingi kami. Alhamdulillah feedbacknya bagus, tidak bertepuk sebelah tangan. Biar para peserta diklat ini bisa jualan di luar negeri nanti” ungkap Kurniadi.
Peserta Diklat bernama Surpri mengaku terkesan dengan kejutan yang diberikan oleh teman-teman diklatnya. Bahkan ia juga terkesan dengan mangga khas Kota Probolinggo.
“Saya sangat terkesan karena kebetulan saya suka dengan mangga dan bisa datang ke kota yang khas dengan mangganya. Dan memang betul selama hampir 4 hari di Kota Probolinggo, di mana-mana banyak ditemui pohon mangga. Sehingga saya penasaran dengan rasa mangga Kota Probolinggo, tapi sayangnya sekarang belum musimnya,” ungkapnya.
Diketahui, Pusdiklat Kementerian Luar Negeri dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar program Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada 3-7 Juni 2024. Acara ini mengusung tema “Penguatan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan untuk Mendukung Diplomasi yang Aktif dan Efektif.”
Dalam kunjungan ini, peserta diklat Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan 74-Diklat PKN II melaksanakan Final Project yang mengembangkan potensi Kota Probolinggo di bidang ekonomi, lingkungan hidup, dan sumber daya.
Pada audiensi dengan Pemkot Probolinggo, Kapusdiklat Kemenlu, Mohammad K. Koba, menyampaikan bahwa hasil dari proyek ini harus "netas" atau memberikan dampak langsung dan ada tindak lanjut yang nyata bagi Kota Probolinggo. Audiensi dihadiri oleh Pj Walikota Probolinggo, Nurkholis, Dubes Diar Nurbintoro, Direktur Sesparlu Yudho Sasongko, dan fasilitator LAN Brisma Renaldi.
Final Project mengidentifikasi keunggulan Probolinggo dalam tiga kluster utama: (1) mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi perdagangan dan investasi, (2) memperkuat diplomasi hijau untuk mengatasi perubahan iklim, dan (3) mengembangkan tata kelola sumber daya yang inovatif untuk mendukung misi diplomasi Indonesia.
Di kluster ekonomi, penguatan daya saing UMKM dilakukan melalui kerja sama dengan Disporapar dan DKUMP Pemkot Probolinggo. Digital trainer Google, Diana Aletheia Balienda, memberikan tips praktis kepada sekitar 45 UMKM setempat untuk menguatkan kapasitas digital promosi usaha. Program bahasa Mandarin untuk pramuwisata juga diluncurkan oleh ASEAN China Center, dihadiri oleh Dubes RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, yang mendukung langkah ini untuk menarik wisatawan Tiongkok ke Probolinggo.
Di kluster lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Probolinggo dipertemukan secara daring dengan perusahaan Stellio Projects asal Belanda dalam business matching pemanfaatan teknologi untuk pengolahan sampah. Dubes RI untuk Belanda, Mayerfas, menyoroti keunggulan teknologi Belanda yang dapat dimanfaatkan Indonesia. Pemkot Probolinggo juga berjejaring dengan PUM Netherlands dan Netherlands Business Support Office yang berbasis di Surabaya.
Di kluster sumber daya, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, dilakukan Lokakarya ‘Probolinggo Goes Global: Business Matching and Network Development'. Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, hadir secara virtual dan menekankan peran Pemda dalam diplomasi ekonomi Indonesia. UCLG Asia Pacific juga mendukung keanggotaan Kota Probolinggo untuk forum saling belajar global.
Seluruh kluster kegiatan ini diapresiasi tinggi oleh jajaran Pemkot Probolinggo. “Kami sangat berkepentingan dengan kehadiran Bapak dan Ibu. Karena hasil dari diklat ini akan menghasilkan Final Project tentang bagaimana menonjolkan keunggulan komparatif Kota Probolinggo yang bisa digali potensinya, seperti pariwisata, budaya, dan UMKM,” ujar Pj Walikota Nurkholis.
Rencana tindak lanjut dari Final Project ini antara lain kelanjutan pelatihan bahasa Mandarin untuk pramuwisata bulan Agustus 2024 dan dimulainya kerja sama Pemkot Probolinggo dengan Google Indonesia, komitmen transaksi antara buyer dengan petani dan pengusaha perikanan, serta tindak lanjut kerja sama pemanfaatan teknologi pengolahan sampah melalui kunjungan Stellio ke Kota Probolinggo pada akhir Juli 2024.
Kota Probolinggo yang terkenal dengan karakteristik Bayuangga (angin, anggur, dan mangga) di Provinsi Jawa Timur, dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri dengan sektor utama seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata. Kota ini juga merupakan pintu masuk menuju destinasi wisata unggulan Gunung Bromo. Dengan infrastruktur yang terus berkembang, Probolinggo terus berupaya meningkatkan daya saing serta daya tarik bagi wisatawan dan investor.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri memaparkan hasil kajian di Kota Probolinggo selama empat hari.
Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dan Final Project Diklat Integrasi Sesparlu (Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri) Angkatan ke-74 memasuki hari terakhir pada Kamis (6/6). Agendanya, presentasi hasil rekomendasi selama kunjungannya di Kota Probolinggo.
Nurkholis sebagai Penjabat Kota Probolinggo mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta dari Kementerian Luar Negeri yang telah mempelajari dan memberikan rekomendasinya untuk pengembangan dan pertumbuhan Pemerintah Kota Probolinggo.
“Saya berharap dari giat visitasi ini akan memberikan peluang dan membuka jalan untuk Pemkot Probolinggo memperluas jaringan. Jangan sungkan memberikan saran untuk kami, sehingga bisa membenahi dan membuat lebih bagus Kota Probolinggo tercinta,” harap Nurkholis.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Mohamad Kurniadi Koba. Menurutnya, Pemkot Probolinggo sangat mendukung acara ini. “Terima kasih atas dukungannya, walaupun acara ini hanya 5 hari namun sangat berkesan. Semoga silaturahmi tetap berlangsung seterusnya. Apabila peserta disini ada yang membutuhkan apa, siapa tahu di Kota Probolinggo ini ada, maka akan langsung ambil dari Kota Probolinggo,” katanya.
Peserta yang dibagi menjadi 3 kelompok tersebut masing-masing memaparkan program kerja pada tiap-tiap isu penting yang terjadi di Kota Probolinggo. Kelompok pertama memaparkan peningkatan daya saing UMKM dan Pariwisata Kota Probolinggo. Final Project yang diusung oleh Kelompok Pertama yakni Penguatan Kompentensi Promosi Digital Pelaku UMKM Kota Probolinggo bersama Google Indonesia, Peningkatan Kapastias Pramuwisata melalui peluncuran Pelatihan Bahasa Mandarin dan Hospitality besama ASEAN China Center, dan Pelatihan Pemahaman Budaya Wisatawan Eropa Tengah bersama Budayawati Ceko.
Sedangkan untuk kelompok 2 materi yang dipresentasikan berfokus pada Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Kota Probolinggo. Isu yang diambil dari tema lingkungan ini ialah pengolahan sampah di Kota Probolinggo yang perlu penanganan segara. Fungsi Kementerian Luar Negeri sebagai bridge builder antara Pemerintah Daerah dan Perusahaan dari Luar Negeri pun berperan dalam isu ini. Perusahaan Industrial Stellio dari Belanda akan membantu permasalahan sampah di Kota Probolinggo, bahkan ada tiga tahapan yang akan disasar oleh perusahaan tersebut yang sasaran jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Materi yang disampaikan oleh kelompok 3 berfokus pada pengembangan tata kelola sumber daya yang inovatif dan adaptif untuk mendukung pencapaian misi diplomasi Indonesia dalam bidang perikanan, pertanian, dan tujuan penguatan jejaring Probolinggo Goes to Global. Tindak lanjut dari rekomendasi kelompok 3 ini ialah membuat Whatsapp Group untuk pelaku usaha di Kota Probolinggo dan hal tersebut atas permintaan dari pembeli luar negeri.
Sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait memberikan tanggapannya usai pemaparan disampaikan oleh ketiga kelompok. Seperti yang disampaikan oleh Diah Sajekti Widowati Sigit bahwa secara keseluruhan rekomendasi yang dibawakan oleh ketiga kelompok sangat luar biasa. “Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya oleh Bapak Pj (Nurkholis, red), kami perlu meningkatkan jejaring, dan selama 5 hari ini kami sangat terbantu sekali. Komunikasi selanjutnya akan terus dilakukan,” ungkap Diah selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan (BAPPEDA LITBANG) Kota Probolinggo.
Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Sekretaris Daerah Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, Direktur Sesparlu Kemenlu, Widyaiswara Ahli Utama Lembaga Administrasi Negara, Kepala DKUMP, Kepala DMPTSP, Kepala DLH, Kepala BKPSDM, Kepala DKPPP, dan Kepala Dispopar Kota Probolinggo. ig/fa












