PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Gedung Olahraga (GOR) Pondok Pesantren Darullughah Wal Karomah (DWK) II Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menjadi saksi kehangatan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar ke-9 yang digelar oleh Pengurus Ikatan Santri Darullughah Wal Karomah (Iksada), Minggu (12/5/2024).
Dihadiri oleh sekitar 700 santri alumni, acara ini menjadi momentum silaturahmi antara santri dengan para guru.
Ketua Iksada, Ahmad Syauqi Rizqan Najah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua alumni yang telah hadir.
"Terima kasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran kalian semua. Semoga kita semua dapat berkumpul di surga bersama guru-guru kita kelak," ujarnya penuh harap.
Gus Rizqan mengajak seluruh alumni untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pesantren dan guru-guru mereka.
"Mari tunjukkan kepada dunia bahwa alumni DWK adalah yang terbaik bagi guru-guru kita. Mari kita jaga nama baik pesantren dan tetap mempertahankan silaturahmi yang telah terjalin," tambahnya dengan semangat.
Lebih lanjut, Rizqan menekankan pentingnya peran alumni dalam membangun reputasi pesantren di mata masyarakat.
"Alumni merupakan ujung tombak sebuah pesantren di luar pesantren. Masyarakat mengenal suatu pesantren melalui prestasi dan dedikasi alumni di luar sana. Oleh karena itu, mari kita jadilah alumni yang baik agar pesantren kita tetap dikenal sebagai lembaga pendidikan yang unggul," tutupnya.
Reuni itu menghadirkan muballigh ustad A. Sudaryono, selaku Wakil Ketua 1 Ikatan Alumni Santri Sidogiri (ISSA) wilayah Pasuruan.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya reuni sebagai bentuk silaturahmi antara murid dan guru.
"Reuni adalah momen yang sangat berharga karena memperkuat tali silaturahmi antara murid dengan guru. Ketika santri kembali ke masyarakat, mereka akan menjalani berbagai profesi. Untuk mencegah terjadinya kesenjangan di antara sesama alumni, maka kegiatan reuni sangatlah penting," ucapnya.
Ustad Sudaryono juga menekankan bahwa santri harus memberikan manfaat kepada orang lain dan berlaku baik di masyarakat.
"Karena santri dikenal dengan kealimannya, maka santri haruslah menjadi panutan dalam berbuat kebaikan. Jika orang alim berbuat rusak di dunia, maka alam juga akan rusak. Oleh karena itu, mari kita jadikan ajaran dari guru-guru kita sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya dengan nasihat yang mendalam.
Dengan penekanan pada takdzim kepada guru dan pentingnya berbuat baik di masyarakat, ceramah dari ustad Sudaryono memberikan inspirasi dan motivasi bagi para santri dan alumni untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. ig/fat












