PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pelaksanaan Program Peti Koin Bermantra di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berlangsung sukses dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Peti Koin Bermantra akronim dari Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri dan Sejahtera.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan, program Peti Koin Bermantra di Kabupaten Probolinggo menyasar 35 kelompok masyarakat.
"Peti Koin Bermantra merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertujuan menurunkan angka kemiskinan," kata Sjaiful, Jumat (10/5/2024).
Adapun dasar pelaksanaan program Peti Koin Bermantra yaitu Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 70 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri dan Sejahtera.
Realisasi program tersebut salah satunya menerapkan strategi meningkatkan pendapatan.
Langkah konkrit strategi meningkatkan pendapatan dalam Peti Koin Bermantra di antaranya pengembangan kapasitas nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil yang diikuti 151 orang dan 9 kelompok dengan OPD pengampu Dinas Perikanan yang dilaksanakan Januari hingga Desember 2024.
Kemudian, perluasan kesempatan kerja dengan output 200 orang yang diampu oleh Dinas Tenaga Kerja dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2024.
Ada pula pengadaan hijauan pakan ternak dengan output 3000 bibit yang diampu oleh Dinas Pertanian yang dilaksanakan Januari hingga Desember 2024.
Adapun program Peti Koin Bermantra Kabupaten Probolinggo tahun 2019-2023, di antaranya produksi gula semut dan kerajinan anyaman bambu dengan OPD pengampu DKUPP yang diikuti tiga kelompok dengan 70 orang penerima manfaat yang berlokasi di Kecamatan Krucil. Sinergi kegiatan berupa bantuan sarana produksi, pelatihan digital marketing, pelatihan diserfikasi produk dan CSR.
Adapun program lainnya, yaitu budidaya lebah madu di Kecamatan Lumbang, yang diikuti oleh 60 penerima manfaat dan 6 kelompok. Program ini diampu oleh Dinas Pertanian di Kecamatan Lumbang. Adapun sinergi kegiatannya berupa mesin pencetak pondasi dan pelatihan olahan madu. Budidaya lebah madu ini menjadi rujukan hingga dikunjungi 19 Pemda untuk studi banding.
Program Peti Koin Bermantra selanjutnya yaitu pengolahan kopi di Kecamatan krucil, dengan 65 penerima manfaat dan diikuti tiga kelompok. Sinergi kegiatannya berupa pelatihan peningkatan kualitas produk, bantuan peningkatan populasi tanaman kopi dan mekanis pengolahan kopi.
Kolaborasi intervensi program pengolahan kopi yang diikuti 20 kepala keluarga yaitu satu unit mesin roasting dan pembubuk 1000 kg kopi ceri yang berasal dari APBD provinsi, dan satu unit mesin huller dan balper serta 1000 bibit kopi arabika yang berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo.
Sedangkan realisasi program Peti Koin Bermantra tahun 2024 di antaranya di Kecamatan Dringu, peternakan domba senilai Rp 40 juta. Budidaya ikan lele di Desa Wonorejo Kecamatan Maron sebanyak 15 unit senilai Rp 120 juta.
Salah satu program Peti Koin Bermantra yang dikunjungi Bidang Perekonomian Bapelitbangda adalah budidaya ikan lele milik Sunarsih.
Budidaya yang dia kelola memiliki kolah sebanyak 16 unit, dengan kapasitas budidaya sebanyak 32.000 ekor ikan lele.
Adapun jumlah rata-rata produksi per musim (3 sampai 4 bulan) yaitu 2400 kg ikan lele segar. Harga perkilogram Rp18.000. Sehingga pendapatan kotor mencapai Rp 43.200.000.
"Alhamdulillah. Usaha lele terus berkembang berkat Program Peti Koin Bermantra di Kabupaten Prooblinggo. Kami dan warga merasakan manfaatnya langsung," tukas Sunarsih.
Menurut Sunarsih, selain membantu perekonomian, hasil usaha lelenya juga membuat keluarganya bisa menempuh pendidikan dengan baik ke jenjang lebih tinggi. ig/fa












