PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kemenko Marves RI menyebut ponpes memilik peran penting dalam kemajuan Indonesia, melalui peningkatan SDM dengan program visioner.
Narasi itu diangkat dalam dialog Gawagis Berfikir Kemajuan (GBK) di Auditorium II PP Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2024).
Dialog ini bertujuan untuk membahas tema Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Untuk Kemajuan Indonesia.
Dihadiri ratusan anggota GBK dari berbagai ponpes se-Jatim.
Ketua Umum GBK Gus Faiz menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan manfaat untuk kemajuan Indonesia.
"Kami menghadirkan dua narasumber hebat dalam acara ini," ujarnya.
Para narasumber pun menyampaikan materi kepada para peserta GBK.
Narasumber pertama, Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto menyoroti tantangan 5-10 tahun ke depan, termasuk bonus demografi, geopolitik, dan era digitalisasi. Ia juga mengapresiasi program pemerintah yang sudah berjalan.
"Tantangan geopolitik Ke depan semakin rumit di era multi-polar, kepentingan domestik menjadi prioritas.
Ada juga tantangan era digitalisasi. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa potensi yang luar biasa, tetapi juga ada risiko yang dapat Mengancam peradaban manusia," paparnya.
Narasumber kedua, Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, M. Firman Hidayat menekankan pentingnya pengembangan industri maritim dan hilirisasi sumber daya maritim.
"Peran besar pondok pesantren dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi sorotan untuk terus meningkatkan kualitas Institusional Ponpes dan Lulusannya, Pemerintah secara aktif memberikan bantuan peningkatan skill / melalui program kewirausahaan dan beasiswa," katanya.
Selain itu, lanjutnya, lingkungan pondok pesantren memiliki potensi peranan penting yang sangat besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dari golongan santri/santriwati pada masa yang akan datang. ig/fa












